Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Kiai Ma'ruf: Kaum Milenial Harus Diberi Ruang

Jumat 07 Dec 2018 22:08 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Teguh Firmansyah

Calon Wakil Presiden no urut satu, Ma'aruf Amin memberikan keterangan dalam jumpa media di  Jakarta, Kamis (6/12).

Calon Wakil Presiden no urut satu, Ma'aruf Amin memberikan keterangan dalam jumpa media di Jakarta, Kamis (6/12).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Relawan milenial ingin sampaikan masa muda Kiai ma'ruf

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin menerima perwakilan relawan millenial yang menemuinya di kediaman Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/12). Dalam pertemuan itu, Kiai Ma'ruf mendiskusikan tentang dunia milenial dan langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk meraih suara, khususnya di Jawa Barat.

Kiai Ma'ruf mengapresiasi antusiasme kaum muda dan millenial yang mengunjunginya tersebut. Menurut dia, kaum millenial memang harus diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan dan ide-idenya.  "Bagi Pak Jokowi dan saya, kaum millenial harus diberi ruang untuk bisa menyampaikan sikap, gagasan, ide, dan terobosan yang mereka miliki," ujar Kiai Ma'ruf dalam siaran persnya, Jumat (7/12).

Sementara itu, juru bicara perwakilan relawan millenial, Ridwansyah Yusuf, mengatakan, pihaknya ingin mendorong program santri enterpreneur untuk membantu pasangan Jokowi-Ma'ruf. Para relawan nantinya akan memulai pembuatan narasi berbagai produk kesantrian.

"Kita angkat santri entrepreneur, tetapi juga dengan produk, program dan ketokohan. Santri akan membentuk sebuah komunitas dan produk akan diekspos serta dibranding," ucap Ridwansyah.

Terkait perolehan suara millenial di Jawa Barat, menurut relawan millenial, sebenarnya memiliki potensi suara besar, yakni hampir 16 juta. Karena itu, relawan millenial itu ingin menggali informasi soal masa muda Kiai Ma'ruf.

Bahkan, mereka mengusulkan agar ide-ide Kiai Ma'ruf juga bisa ditampilkan lewat beragam billboard, khususnya di wilayah perkotaan. "Misalnya, apa ide ketahanan pangan, pembangunan dan segala macam. Ada wajah Abah, dan ada idenya," kata Ridwansyah.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA