Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Gazidis Mulai Jabat CEO Milan Akhir Pekan Ini

Jumat 30 Nov 2018 09:49 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Endro Yuwanto

Ivan Gazidis

Ivan Gazidis

Foto: AP/Ed Andrieski
Gazidis punya kedekatan dengan banyak konglomerat asal Negeri Paman Sam.

REPUBLIKA.CO.ID, MILAN -- Mantan pengacara asal Afrika Selatan Ivan Gazidis dilaporkan akan segera memulai pekerjaannya sebagai CEO AC Milan akhir pekan ini. Ivan Gazidis sudah sejak dua bulan lalu meninggalkan jabatannya sebagai CEO klub Liga Primer Inggris, Arsenal.

Tapi Gazidis baru resmi bergabung dengan I Rossoneri awal Desember ini karena persoalan administrasi. Dikutip dari Football Italia, Jumat (30/11), Gazidis dini hari WIB tadi terlihat sudah berada di San Siro untuk menyaksikan pertandingan lanjutan Liga Europa antara AC Milan melawan Dudelange. 

"Gazidis akan jadi CEO Milan akhir pekan ini. Dia terlihat di Stadion San Siro bersama Presiden Paolo Scaroni dan dua Direktur Leonardo Araujo dan Paolo Maldini," begitu laporan dari Football Italia

Gazidis meninggalkan Emirates Stadium setelah mengabdi bersama klub London Utara itu sejak 2009 lalu. Gazidis pindah ke Milan karena pemilik Il Diavolo Rosso saat ini ELliot Management merupakan kelompok pengusaha Amerika Serikat. 

Sebelum ikut menjadi bagian dari manajemen Arsenal, Gazidis pernah lama bekerja di MLS Amerika Serikat. Hal itu membuat Gazidis punya kedekatan dengan banyak konglomerat asal Negeri Paman Sam. 

Bergabungnya Gazidis menjadi CEO akan membuat tugas Scroni menjadi lebih ringan. Scaroni yang merupakan orang kepercayaan Elliot Management tidak punya pengalaman sebagai pengelola klub.

Sekarang, Scaroni hanya sebagai pimpinan secara simbolik yang tidak mengurus mengenai teknis klub. Hal itu akan ditangani oleh Gazidis yang akan bekerja sama dengan Leonardo dan Maldini. 

Gazidis dinilai sebagai figur CEO yang pandai dalam mengelola keuangan klub. Ia sukses membuat Arsenal selalu eksis menjadi bagian klub-klub terkaya di Inggris dan Eropa.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA