Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Kisah Khalifah Umar dan Dua Pemuda

Kamis 29 Nov 2018 06:06 WIB

Red: Agung Sasongko

Takwa (ilustrasi).

Foto:
Sesama umat Islam memang sudah selayaknya saling memaafkan.

Mendengar penjelasan sang pemuda, Umar memutuskan bahwa ganjaran atas perbuatannya itu adalah qisas, yaitu hukuman mati. Pemuda itu ikhlas menerimanya.

"Wahai Amirul Mukminin, tegakkanlah hukum Allah, laksanakan qisas atasku. Aku ridha pada ketentuan Allah, tetapi izinkan aku menunaikan semua amanah yang tertanggung dulu."

Amanah yang tertanggung itu, katanya, bahwa dia masih memiliki seorang adik yang juga sudah ditinggalkan ayahnya. Sebelum meninggal, ayahnya itu telah mewariskan harta. "Dan saya menyimpannya di tempat yang tidak diketahui oleh adik saya." katanya

Untuk itu ia meminta Khalifah Umar berkenan memberi waktu selama tiga hari untuk pulang ke kampung agar ia bisa menyerahkan warisan dari orang tuanya kepada adiknya. Mendengar permintaan itu, Umar tidak buru-buru mengabulkannya sebelum ada yang memberikan jaminan. "Siapakah yang akan menjadi penjaminmu?" tanya Umar.

Pemuda itu tertunduk bingung siapa yang akan menjadi penjaminnya karena ia adalah orang asing. "Jadikan aku penjaminnya, Amirul Mukminin!" Sebuah suara berat dan berwibawa menyeruak dari arah hadirin. Suara itu, seperti dikisahkan dalam buku 19 Kisah Sahabat Nabi, adalah suara Salman al-Farisi.

"Salman?!" hardik Umar.

Umar memberikan peringatan seakan meminta Salman menarik kesediaannya sebagai penjamin dan Khalifah Umar berkata, "Demi Allah, engkau belum mengenalnya! Demi Allah, jangan main-main dengan urusan ini! Cabut kesediaanmu!" perintah Umar.

Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap perintah Khalifah Umar, Salman berkata, "Pengenalanku padanya tak beda dengan pengenalanmu, ya Umar. Aku percaya kepadanya sebagaimana engkau memercayainya," kata Salman yang membuat orang-orang tertegun mendengar kata-kata bermakna itu.

Dengan berat hati, Umar melepas pemuda itu dan menerima penjaminan yang dilakukan oleh Salman. Sementara, dua pemuda yang ayahnya terbunuh itu harap-harap cemas.


sumber : Islam Digest Republika
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA