Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Hotman Paris dan Pengacara AS Siap Gugat Boeing

Rabu 28 Nov 2018 19:25 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Muhammad Hafil

Pengacara Hotman Paris Hutapea

Pengacara Hotman Paris Hutapea

Rekan pengacara Hotman ini sudah menangani 47 kasus kecelakaan penerbangan.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menuturkan, ia siap membantu keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 dalam menyiapkan gugatan ke Lion Air dan Boeing. Dalam upaya gugatan itu, Hotman bahkan menggandeng pengacara dari Amerika Serikat (AS).

Saat dikonfirmasi Republika,co.id melalui pesan singkatnya, Hotman menyebutkan, pengacara tersebut adalah Manuel Von Ribbeck. "Langkah hukum sudah disiapkan," ujarnya, Rabu (28/11).

Menurut Hotman, Ribbeck sudah berpengalaman dalam menangani kasus kecelakaan penerbangan atau aviation crash. Bahkan, kata Hotman, Ribbeck telah berpengalaman dalam 47 kasus kecelakaan penerbangan.

Terkait langkah hukum yang akan dilakukan Hotman dan rekannya, Hotman masih enggan menjelaskan secara rinci. Ia mengaku sudah banyak anggota keluarga yang siap dibantu menggugat Lion Air. "Besok agenda bertemu dengan pengacara Amerika itu," ujar Hotman singkat.

Hotman pun mempersilakan pihak keluarga korban yang merasa butuh bantuannya untuk menghubunginya bila menghendaki turut dalam melayangkan gugatan ke Lion Air dan Boeing.

Seperti diketahui, pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 dilaporkan hilang kontak pada pukul 06.33 WIB atau sekitar 13 menit usai lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Senin (29/10). Pesawat itu tidak pernah sampai di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Bangka Belitung usai dipastikan jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Saat kecelakaan, pesawat itu mengangkut 189 orang, terdiri atas 178 penumpang dewasa, satu anak, dan dua bayi, serta delapan awak kabin.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA