Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Wisata Dakwah Okura Operasikan 21 Kuda

Jumat 23 Nov 2018 23:01 WIB

Red: Agung Sasongko

Latihan berkuda (ilustrasi)

Latihan berkuda (ilustrasi)

Foto: R. REKOTOMO/ANTARA
21 kuda yang mendukung WDO terdiri atas beragam jenis

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Manajemen Wisata Dakwah Okura (WDO), kini mengoperasikan 21 kuda yang disewakan pada pengunjung yang berwisata dalam satu paket wisata berkuda dan memanah.

"Kami menawarkan tiga paket kelas menunggang kuda, pengunjung bisa memilih sesuai keinginan hingga bisa merasakan sensasi wisata berkuda tersebut," kata UmarManager Operasional Wisata Dakwah Okura, dalam keterangannya di Pekanbaru, Jumat (23/11).

Menurut Umar, sejumlah paket wisata berkuda yang ditawarkan mulai dari paket pertama Joy Ride atau paket wisata dengan tarif Rp30.000 untuk satu kali putaran.

Paket kedua, yakni privat lesson atau kelas privat selama 45 menit sebesar Rp150.000 disertai penjelasan teknik berkuda. Terakhir kelas Ridding School dengan biaya Rp1 juta selama delapan kali pertemuan dengan durasi satu kali pertemuan 45 menit.

"Sesuai dengan penawaran wisata berkuda-memanah, maka untuk kelas memanah, tersedia dua paket penawaran. Pertama paket 10 kali shot seharga Rp30.000 dan paket kedua sebanyak 20 kali shot dengan biaya Rp50.000 disertai pelatih," katanya.

Sedangkan bagi pengunjung yang berminat, tidak perlu repot memesan tiket pesawat tujuan luar negeri, karena Okura bukan kota di "Negeri Sakura" Jepang, melainkan Okura suatu desa kecil yang memiliki pemandangan alam asri nan sejuk di sudut Kota Pekanbaru, yakni di Jalan Raja Panjang, Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

WDO yang sering disebut "Surga Sunnah" tersebut terletak 34 kilometer dari Bandara Sultan Syarif Kasim II arah utara. Wisatawan dapat menempuh jalur darat menggunakan kendaraan roda dua atau empat selama 45-60 menit perjalanan. Setelah melewati pusat perkotaan dan perbelanjaan Pekanbaru, wisatawan harus melewati Jembatan Siak yang menjadi salah satu ikon Kota Pekanbaru.

Sementara itu, 21 kuda yang mendukung WDO terdiri atas beragam jenis, kuda hasil persilangan atau lokal dari Sumatera Barat, Bandung, dan Bogor yang dibeli dengan harga mulai dari Rp60 juta-Rp100 juta lebih.

Masing-masing kuda memiliki variasi warna kulit yang berbeda, yakni cokelat, hitam, dan putih. Selain memiliki perbedaan warna, kuda-kuda tersebut ternyata memiliki nama yang unik layaknya nama manusia, di antaranya Haizum, Cantik, Faras, Columbus, Diamond, Jelita, dan Si Garang Zakaria.

"Dari 21 kuda tidak semua milik WDO, 30 persen kuda di sini adalah kuda titipan dari orang yang memiliki kuda tapi tidak memiliki kandang kuda dirumahnya," katanya.

Biaya penitipan kuda sama dengan biaya merawat kuda yang dimiliki WDO, yaitu Rp3,5 juta per bulan. Total biaya yang dikeluarkan WDO untuk perawatan kuda setiap bulan mencapai Rp73,5 juta, sedangkan biaya operasional tersebut sebagian diperoleh dari sumbangan dan donatur para wali santri serta para penitip kuda. Untuk biaya tambahan, pengelola mengandalkan pemasukan dari kelas berkuda dan memanah yang ditawarkan WDO.

TAKE

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA