Monday, 12 Jumadil Akhir 1442 / 25 January 2021

Monday, 12 Jumadil Akhir 1442 / 25 January 2021

Maradona Minta Maaf pada FIFA

Jumat 06 Jul 2018 06:01 WIB

Red: Ani Nursalikah

Legenda sepak bola Argentina Diego Maradona.

Legenda sepak bola Argentina Diego Maradona.

Foto: AP/Ricardo Mazalan
Maradona mengatakan kemenangan Inggris dari Kolombia adalah perampokan.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Diego Maradona meminta maaf kepada FIFA dan wasit karena telah mengatakan kemenangan Inggris atas Kolombia di putaran 16 besar Piala Dunia adalah perampokan. Dia juga menyebut wasit Mark Geiger tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

Maradona menyampaikan permintaan maafnya setelah ditegur badan sepak bola dunia itu. "Karena rasa emosi saat mendukung Kolombia, pada hari yang lain saya mengatakan beberapa hal, dan saya mengakui beberapa di antaranya tidak dapat diterima," tulis Maradona di akun Instagram miliknya.

"Saya minta maaf kepada FIFA dan presidennya (Gianni Infantino). Meskipun saya kadang-kadang tidak setuju dengan beberapa keputusan perwasitan, saya sangat menghormati pekerjaan tidak mudah yang dilakukan wasit," katanya.

Inggris memenangkan pertandingan melalui drama adu penalti setelah pertandingan berjalan selama 120 menit sempat diwarnai dengan pertengkaran, protes ke wasit, cedera bermain dan pemain yang pura-pura cedera.

FIFA menyatakan mereka melakukan segalanya dengan kekuatan yang dimilikinya untuk memastikan prinsip-prinsip fair play, integritas dan rasa hormat di garda terdepan Piala Dunia. Dalam konteks itu, FIFA mengatakan sangat menyesal ketika membaca pernyataan seperti itu dari seorang pemain yang telah menulis sejarah permainan kami.

Maradona mengatakan kemenangan Inggris adalah perampokan monumental dan Geiger seharusnya tidak diberi kesempatan memimpin pertandingan sebesar ini. "Geiger, seorang Amerika, sungguh suatu kebetulan," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA