Tuesday, 16 Syawwal 1443 / 17 May 2022

Presiden Mesir Hubungi Salah, Beri Dukungan Moril

Senin 28 May 2018 10:47 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Hazliansyah

Mohamed Salah sempat tergeletak beberapa menit, sebelum wasit meminta tim medis masuk ke lapangan.

Mohamed Salah sempat tergeletak beberapa menit, sebelum wasit meminta tim medis masuk ke lapangan.

Foto: AP/Darko Vojinovic
Abdel Fattah el-Sisi meyakinkan bahwa Salah bisa cepat sembuh dari cedera.

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Dukungan morel untuk kesembuhan penyerang sayap Liverpool Mohamed Salah terus berdatangan. Penggawa tim nasional Mesir itu mengalami cedera bahu saat membela the Reds pada final Liga Champions melawan Real Madrid, di Kiev, Ukraina, Ahad (27/5) dini hari WIB.

Kemungkinan terburuk, Salah terancam gagal ke Piala Dunia 2018, bulan depan. Namun, baik Liverpool, timnas Mesir, maupun sang pemain menyatakan keyakinan bisa berlaga di Rusia.

Orang nomor satu di Mesir, Presiden Abdel Fattah el-Sisi, mengaku langsung merespons kondisi ini. "Saya telah menghubungi anak yang hebat dari Mesir, anak saya, untuk meyakinkan dia (bisa cepat sembuh) setelah cederanya," kata tokoh 64 tahun ini dalam Twitter resminya, dikutip dari Beinsport, Senin (28/5).

Abdel merasa Salah sosok yang kuat. Ia melihat semangat dari eks penggawa AS Roma itu untuk melanjutkan petualangan pada event empat tahunan antarnegara itu.

photo
Gelandang serang Liverpool FC Mohamed Salah mengalami cedera bahu pada menit ke-25, setelah berjibaku dengan bek Real Madrid, Sergio Ramos.
"Saya mengatakan kepadanya, dia menjadi ikon Mesir, menghadirkan kehormatan, dan kebanggaan," ujar sang Presiden.

Abdel berharap kesembuhan Salah cepat terealisasi. Sehingga, mimpi pesepak bola 26 tahun tampil di Piala Dunia itu dapat terwujud.

Mesir memulai kampanye di Rusia pada 15 Juni 2018. Salah dan rekan-rekan tergabung di Grup A, bersama tuan rumah, Uruguay, dan Arab Saudi.

Dalam cuitannya, Salah mengatakan bahwa final Liga Champions kemarin adalah salah satu malam terberat dalam hidupnya. Namun, ia meyakinkan diri sebagai pejuang dan akan dapat melalui hambatan-hambatan yang ada.

"Saya yakin akan berada di Rusia untuk membuat Anda semua bangga. Cinta dan dukungan akan memberi kekuatan yang saya perlukan," ujar Salah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA