Bagaimana Pemain Muslim Seimbangkan Ramadhan dan Piala Dunia?

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Muhammad Hafil

 Selasa 24 Jun 2014 07:56 WIB

Puasa (ilustrasi). Foto: Republika/ Tahta Aidilla Puasa (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sabtu pekan ini akan menandai awal dari tahapan sistem gugur Piala Dunia FIFA 2014. Bagi jutaan Muslim seluruh dunia, ini akan menandai hari terakhir mereka sebelum memasuki Bulan Suci Ramadhan, dimana mereka dilarang makan dan minum disiang hari. Sebanyak 32 tim nasional berbagai negara di dunia berkompetisi di Brasil dan sebagian besar mereka juga berasal dari negara berpenduduk Muslim. 

Ini adalah pertama kalinya dalam 28 tahun terakhir dimana Ramadan dan gelaran Piala Dunia terjadi tumpang tindih. Bosnia-Herzegovina, Aljazair, Kamerun, Iran, Pantai Gading, dan Nigeria memiliki populasi Muslim yang besar, sementara tim-tim dari Prancis, Swiss, dan Jerman juga memiliki sejumlah pemain Muslim.

Pemain seperti Edin Dzeko, Mesut Ozil, Yaya Toure, dan Karim Benzema harus memutuskan apakah mereka akan tetap berpuasa disiang hari atau menunda sampai turnamen mereka berakhir. Di Brasil, puasa akan berlangsung rata-rata 13 jam setiap harinya. Dilansir dari the National, Selasa (24/6), pelatih Iran, Carlos Queiroz mengatakan prospek timnya bermain dengan intensitas tinggi selama Ramadhan bukanlah hal baru bagi pemain. Ia dan timnya tidak terlalu khawatir tentang potensi buruk yang menanti.

"Para pemain Muslim Iran memiliki banyak pengalaman untuk menyelaraskan kewajiban agama mereka dengan olah raga. Selama kualifikasi, kita kadang menghadapi benturan budaya, namun ada sejarah panjang yang sudah kita alami. Jadi, bermain dengan kondisi ini tidak masalah," ujar Queiroz, dilansir dari the National, Selasa (24/6).

Pelatih Pantai Gading, Sabri Lamouchi mengatakan dia tak begitu khawatir akan kemampuan bermain timnya demi menjalankan kewajiban agama mereka.

"Faktanya Ramadhan memang semakin dekat, sebagian besar pemain kami memang Muslim. Namun, mereka sudah terbiasa menghadapi situasi seperti ini. Untuk itu, saat ini kami hanya fokus pada pertandingan berikutnya," ujar Lamouchi. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Play Podcast X