Minggu, 13 Syawwal 1440 / 16 Juni 2019

Minggu, 13 Syawwal 1440 / 16 Juni 2019

Deschamps: Betapa Luar Biasa!

Senin 16 Jul 2018 04:50 WIB

Red: Ratna Puspita

 Selebrasi pemain timnas Prancis bersama pelatih  Didier Deschamps setelah Prancis berhasil menang 4-2 pada pertandingan final Piala Dunia 2018 antara Prancis melawan Kroasia di Stadion Luzhniki, Moskow, Ahad (15/7) malam WIB.

Selebrasi pemain timnas Prancis bersama pelatih Didier Deschamps setelah Prancis berhasil menang 4-2 pada pertandingan final Piala Dunia 2018 antara Prancis melawan Kroasia di Stadion Luzhniki, Moskow, Ahad (15/7) malam WIB.

Foto: AP/Francisco Seco
'Kami mencetak empat gol. Tim ini sudah sepantasnya menang,' kata Deschamps.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Pelatih Prancis Didier Deschamps mengungkapkan perasannya setelah Les Blues meraih juara Piala Dunia 2018. Prancis mengalahkan Kroasia 4-2 pada pertandingan final Piala Dunia di Stadion Luzhniki, Moskow, Ahad (15/7).

“Betapa luar biasa! Ini sebuah tim muda, yang berada di puncak dunia. Beberapa adalah juara di usia 19,” kata dia.

Deschamps mengatakan timnya tidak memeragakan permainan yang luar biasa, tetapi Prancis menunjukkan kualitas mental. “Kami mencetak empat gol. Tim ini sudah sepantasnya menang,” kata dia.

Ia mengatakan Paul Pogba dan kawan-kawan bekerja sangat keras dan mengalami momen-momen berat sepanjang pertandingan. Selain itu, ia mengatakan, tim ini belajar dari kekalahan menyakitkan pada Piala Eropa dua tahun lalu. 

Karena itu, Deschamps mendedikasikan kemenangan ini untuk skuatnya. “Kemenangan ini bukan tentang saya, ini tentang para pemain yang memenangi pertandingan,” kata dia.

“Selama 55 hari, kami sudah melakukan banyak pekerjaan. Ini penobatan tertinggi. Kami bangga menjadi orang Prancis, menjadi Blues. Kemenangan dalam pertandingan ini milik mereka, Vive le Republic,” kata Deschamps menambahkan.

Penyerang Prancis Antoine Griezmann mengaku tidak percaya berhasil menjadi juara. “Saya tidak tahu di mana saya! Saya sangat bahagia. Ini pertandingan yang sangat sulit,” kata dia. 

Ia menambahkan Kroasia memiliki permainan yang luar biasa. “Kami kembali dan kami mampu membuat perbedaan. Kami sudah tidak sabar mengangkat Piala dan membawanya ke Prancis,” kata dia.

Hasil ini membuat Prancis mengangkat trofi prestisius tersebut untuk kedua kalinya dalam rentang waktu 20 tahun. Prancis, yang bermain di final Piala Dunia untuk ketiga kalinya, dibuat berkeringat pada fase awal pertandingan.

Namun, Les Blues beruntung mampu unggul ketika penyerang Kroasia, Mario Mandzukic, menyundul bola tendangan bebas Antoine Griezmann untuk masuk ke gawangnya sendiri pada menit ke-18. Ini menjadi gol bunuh diri pertama di final Piala Dunia.

Ivan Perisic menyamakan kedudukan melalui tembakan kerasnya sepuluh menit kemudian. Namun, gelandang Kroasia itu kemudian membuat timnya harus dihukum penalti karena handball menyusul peninjauan ulang VAR.

Griezmann dengan tenang mengonversi penalti pada menit ke-38 dan membawa Prancis memimpin 2-1. Kroasia berjuang keras selama satu jam, tetapi secara bertahap mereka mulai kelelahan setelah harus memainkan perpanjangan waktu pada tiga pertandingan sebelumnya.

Gol-gol dari Paul Pogba dan Kylian Mbappe membawa Prancis memimpin tiga gol. Mandzukic memaksimalkan kesalahan kiper Prancis Hugo Lloris untuk memperkecil selisih gol pada menit ke-69.

Gol itu membuat ini menjadi final dengan skor terbesar selama 90 menit dalam 60 tahun. Namun, Kroasia tidak mampu lagi mencetak gol pada final Piala Dunia pertama mereka.

 

Sumber : Antara/Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 

Jadwal Pertandingan

Selengkapnya
 
Terpopuler
 
Terkomentari