Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

‘Karier Perempuan Terhambat Jangan Salahkan Jatuh Cintanya’

Rabu 14 Nov 2018 17:32 WIB

Red: Ratna Puspita

Ilustrasi karyawan perempuan.

Ilustrasi karyawan perempuan.

Foto: Republika/Maman Sudiaman
Berhenti bekerja bukan berarti menghentikan produktivitas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Editor in Chief Eurekawomen.com Pangesti Bernadus menyarankan perempuan pekerja untuk menetapkan sasaran dari awal agar bisa tetap berkarier bekerja sesuai cita-citanya. Perempuan pekerja harus menetapkan sasaran, tiga tahun ke depan ada di posisi apa. 

“Kalau pun kemudian bertemu dengan laki-laki kemudian menikah, jangan salahkan jatuh cintanya," kata Cici, panggilan Pangesti, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (14/11).

Cici mengatakan kerap kali perempuan pekerja memulai karier pada titik yang sama dengan laki-laki. Akan tetapi, kemudian kariernya tertinggal setelah menikah, hamil, dan memiliki anak.

Karena itu, di dalam banyak hal, jumlah perempuan yang memiliki karier tingkat atas jumlahnya masih lebih sedikit daripada laki-laki. "Apakah itu masalah kodrati? Menurut saya bukan. Dalam banyak kesempatan, justru perempuan memilih memperlambat karier karena ingin menikmati hidup berkeluarga," tuturnya.

Ibu empat anak itu menceritakan dia sendiri memilih untuk berhenti bekerja setelah melahirkan anak. Namun, berhenti bekerja bukan berarti menghentikan produktivitas.

"Pilih karier atau anak? Secara alamiah perempuan pasti memilih anak. Jangan disalahkan. Namun sambil membesarkan anak, saya tetap melanjutkan kegiatan saya sebagai penulis," katanya.

Chief Operating Officer PT Magna Cita Marlin mengatakan perempuan harus memahami karakter dan keinginan diri sendiri saat memutuskan menjadi pekerja. "Tidak masalah memilih menjadi ibu rumah tangga atau ibu yang bekerja yang penting memahami karakter diri sendiri dan apa yang diinginkan," jelasnya.

Bila tidak bisa memahami karakter dan keinginan sendiri, apa pun pilihan yang diambil akan membawa perempuan pada situasi menyalahkan orang lain atau situasi. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA