Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Donald Trump: Demokrat Ingin Curi Kemenangan di Florida

Ahad 11 Nov 2018 11:30 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

Foto: VOA
Perhitungan ulang di Florida sedang berlangsung.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS --  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pulang sambil menuduh Demokrat mencuri perebutan kursi Senat dan gubernur di Florida.  Hal itu disampaikan Trump setelah dua hari menjalani kunjungan ke Prancis.

"(Mereka) Mencoba untuk MENCURI dua pemilihan besar di Florida, kami akan mengatawasinya," kata Trump dalam akun Twitter sebelumnya melakukan jamuan makan malam dengan beberapa pemimpin dunia lainnya di Paris, Ahad (11/11).

Dua kandidat partai Republik Ron DeSantis untuk kursi gubernur dan Rick Scott untuk kursi Senat di Florida memenangkan pemilihan paruh waktu.

Tapi lawan mereka dari Partai Demokrat yakni Andrew Gillum dan Bill Nelson mengajukan gugatan untuk melakukan pehitungan ulang. Pasalnya berbedaan suara mereka dengan wakil dari Partai Republik tidak jauh berbeda. Beberapa orang mengatakan Trump takut perhitungan suara mengantarkan kemenangan bagi Demokrat.

"Proses ini tentang satu hal: memastikan setiap surat suara yang legal di hitung dan melindungi hak setiap warga Florida yang berpartisipasi dalam demokrasi kami," kata Bill Nelson.

Trump menulis tuduhan pencurian pemilihan di Florida ini tepat sebelum ia makan malam di Musée D’Orsay bersama pemimpin-pemimpin dunia lainnya. Makan malam ini dalam rangka memperingati 100 tahun berakhirnya Perang Dunia I. Trump menghabiskan sisa sorenya jauh dari pengamatan publik.

Baca juga, Menang, Tlaib Jadi Muslimah Pertama di Kongres AS.

Menurutnya pertemuan tersebut berjalan dengan produktif. Tapi ia tidak spesifik menjelaskan apa yang ia bicarakan. Trump seharusnya mengunjungi pemakaman pasukan AS pada Perang Dunia I tapi hal itu dibatalkan.  Gedung Putih beralasan pembatalan ini dilakukan karena padatnya jadwal kunjungan dan sulitnya penyediaan logistik yang disebabkan cuaca buruk.

Satu hari sebelumnya Trump bertemu dengan tuan rumah, Presiden Prancis Emmanuel Macron. Keduanya sempat berselisih karena Macron ingin membuat pasukan militer Uni-Eropa yang baru. Tapi keduanya tengah meluruskan hal yang disebut pemerintah Prancis dengan 'kesalahpahaman'.

Dua pemimpin tersebut juga membicarakan tentang perdagangan. Termasuk tentang ancaman tarif antara AS dengan Uni Eropa. "Kami akan lihat jika kami bisa melewati batas itu, seperti yang mereka katakan," kata Trump.

Dalam peraturan perdagangan Uni Eropa, AS tidak bisa membuat kerja sama dengan Prancis. Karena semua perjanjian atau kesepakatan perdagangan harus melalui Uni Eropa.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA