Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Kalah di DPR AS, Politikus Republik Kecewa

Rabu 07 Nov 2018 17:34 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah

Warga New York memberikan suara mereka pada Selasa (6/11) dalam pemilu paruh waktu Amerika Serikat.

Warga New York memberikan suara mereka pada Selasa (6/11) dalam pemilu paruh waktu Amerika Serikat.

Foto: AP/Mark Lennihan
Trump terlihat sibuk menelepon teman-teman dan penasihatnya.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tetap merayakan pemilihan paruh waktu walaupun partainya kalah di House of Representative atau Dewan Perwakilan Rakyat AS. Dikeliling keluarga, kerabat dan teman terdekat, Trump mengawasi jalannya perhitungan cepat di Gedung Putih.

Ia terlihat sibuk menelpon teman-teman dan penasihatnya. Partai Republik mengakui mereka cukup kecewa dengan hasil pemilihan paruh waktu kali ini. "Ini mengecewakan tapi tidak mengejutkan," kata penasihat Gedung Putih Kellyanne Conway, Rabu (7/11).

Kekalahan Partai Republik di majelis rendah artinya anggota Kongres dari partai Demokrat dapat melakukan investigasi atas pajak, bisnis dan pemerintahan Trump. Mereka juga bisa menahan dan menolak kebijakan-kebijakan legislatifnya termasuk pemotongan pajak kelas menengah.

Ada beberapa penasihat Trump yang mau menyurakan pendapat mereka. Tapi enggan disebutkan namanya. "Saya pikir ia tidak sepenuhnya siap dengan serangan gencar yang akan diberikan oleh House, Nancy Pelosi dan kroninya," kata salah satu penasihat Trump.

Baca juga, Saat Dua Muslimah dan Dua Wanita Pribumi Menangi Pemilu AS.

Para penasihat Trump sudah siap menyalahkan penasihat politik, Corry Bliss yang memberikan uang kepada kandidat dewan dari Partai Republik dan ketua Komite Nasional partai Republik Ronna McDaniel.

Mereka juga menuding Ketua House of Representative dari partai Republik Paul Ryan kehilangan 30 kursi di House of Representative. Mereka menyalahkan Paul Ryan yang mengumumkan akan mengundurkan diri pada akhir tahun alih-alih mundur lebih cepat.

Tapi sepertinya Trump dan sejumlah pembantunya cukup puas dengan hasil pemilihan ini. Karena kekalahan ini tidak seburuk yang sebelumnya diperkirakan.

Para pengamat sempat menilai Demokrat dapat mengambil alih lebih dari 40 kursi House of Representative.  Partai yang mengusai pemerintahan memang biasanya kalah dalam pemilihan paruh waktu. Ketika Barack Obama berkuasa Demokrat kehilangan 64 kursi pada 2010.

"Trump pastinya merasa senang sekarang, mereka finis dengan kuat, mereka menguasai Senat dan meminimalisir 'blue wave' di the House," kata konsultan politik partai Republik Scott Reed.

Trump menghabiskan malam pemilihan dengan berpesta di East Room dan the State Dining Room di Gedung Putih. Meja makan dipenuhi oleh makanan-makanan kesukaan Trump. Beberapa tamu yang diundang antara lain Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, Menteri Keamanan Nasional  Kirstjen Nielsen, tokoh agama  Jerry Falwell serta teman-teman terdekatnya heldon Adelson, Harold Hamm dan Stephen Schwartzman.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA