Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

Tim SAR Tempuh 15 Km Cari BBM untuk Kapal Pencarian Lion

Rabu 31 Oct 2018 15:32 WIB

Red: Indira Rezkisari

Tim Basarnas Special Group (BSG) melakukan penyelaman untuk mencari puing dan jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018).

Tim Basarnas Special Group (BSG) melakukan penyelaman untuk mencari puing dan jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018).

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Kesulitan akan diatasi dengan pengiriman BBM ke Pantai Tanjung Pakis.

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Tim SAR Bandung, Jawa Barat, harus menempuh jarak sekitar 15 kilometer untuk mengisi ulang bahan bakar minyak (BBM) kapal untuk keperluan pencarian pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT 610 di perairan Tanjung Karawang. "Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) terdekat dari pesisir Pantai Tanjung Pakis berada di Desa Batujaya, Kecamatan Pakis Jaya, sejauh 15 km," kata Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansyah, di Karawang, Rabu (31/10).

Menurut dia, BBM jenis solar itu untuk menggerakkan sekitar 44 unit kapal memonitor permukaan laut yang kini bergerak ke sembilan zona pencarian di sekitar perairan Tanjung Karawang hingga perairan Indramayu. Upaya isi ulang bahan bakar kapal, kata Deden, dilakukan dengan cara pengangkutan menggunakan jeriken sesuai dengan kebutuhan dari SPBU Batujaya hingga ke Pantai Tanjung Pakis.

Kesulitan menjangkau BBM itu telah dikoordinasikan pihanya secara lisan kepada Wakil Bupati Karawang Jimmy Ahmad Zamakhsari yang melakukan inspeksi ke Pantai Tanjung Pakis. "Ada dana darurat di kas APBD Kabupaten Karawang 2018 sebesar Rp 1 miliar yang memungkinkan dipakai untuk kebutuhan ekspedisi BBM operasi kemanusiaan ini," ujar Jimmy.

Pemkab Karawang berencana mengerahkan aparaturnya, khusus mengirim BBM menuju Pantai Tanjung Pakis. "Tidak mungkin dibuat SPBU baru di dekat pantai ini. Mudah-mudahan besok, Kamis (1/11), sudah mulai dilakukan," katanya.

Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 yang terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, menuju Bandar Udara Depati Amir Pangkal Pinang dilaporkan hilang kontak pada 29 Oktober 2018 sekitar pukul 06.33 WIB. Pesawat bernumpang 189 orang dengan nomor registrasi PK-LQP itu dilaporkan terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S sd 107 07.16 E.

Pesawat ini berangkat pada pukul 06.10 WIB. Sesuai dengan jadwal, pesawat akan tiba di Pangkal Pinang pada Pukul 07.10 WIB. Pesawat sempat meminta "return to base" sebelum akhirnya hilang dari radar. Basarnas memastikan, pesawat Lion Air JT 610 jatuh di perairan Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA