Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Mendikbud Tekankan Keterlibatan Keluarga dalam Mendidik Anak

Kamis 25 Oct 2018 22:09 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Gita Amanda

Muhadjir Effendy

Muhadjir Effendy

Foto: dokrep
Karena pendidikan bagi anak dimulai dari keluarga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menekankan, peran aktif dan pelibatan orang tua dalam pendidikan anak adalah suatu keharusan. Karena pendidikan bagi anak dimulai dari keluarga dan orang tua sebagai pendidik utama.

"Untuk terwujudnya hal tersebut diperlukan dorongan, upaya peningkatan kemampuan, dan contoh-contoh praktik baik," kata Muhadjir pada acara Malam Apresiasi Pendidikan Keluarga ke-3 di Gedung Kemendikbud, Kamis (25/10).

Dia menuturkan, peran aktif orang tua dalam pendidikan anak di satuan pendidikan akan mendukung terbentuknya insan dan ekosistem pendidikan dan kebudayaan yang berkarakter dengan berlandaskan gotong royong. Terlebih keluarga sebagai salah satu pilar dalam tri sentra pendidikan memiliki peran yang signifikan dalam mendukung keberhasilan pendidikan nasional.

"Jadi mesti kita dorong agar keluarga juga terlibat aktif dalam mendidik anaknya," kata Muhadjir.

Karena itu dengan diadakannya Apresiasi Pendidikan Keluarga dia berharap, pentingnya pendidikan keluarga di masyarakat semakin tersosialisasi. Selain itu diharapkan intensitas pelibatan keluarga dalam pendidikan anak bisa terus meningkat, sehingga dapat mewujudkan generasi yang berkarakter dan berbudaya prestasi.

Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat Harris Iskandar mengatakan, kegiatan Apresiasi Pendidikan Keluarga akan menjadi sarana untuk menyebarluaskan pentingnya kemitraan antara orang tua, peserta didik, kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan lainnya.

"Pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu, semua pihak perlu terlibat untuk menyukseskannya," ujar Harris.

Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga Sukiman memaparkan, sejak dibentuk pada tahun 2015, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga telah menyediakan layanan pendidikan keluarga di 237.332 satuan pendidikan di semua jenjang pendidikan atau mencapai 55 persen dari 429.768 jumlah satuan pendidikan di Indonesia.

Dia berharap pada tahun 2019, semua satuan pendidikan di seluruh Indonesia dapat memperoleh layanan pendidikan keluarga. "Untuk mendukung itu, kami berharap seluruh pihak dapat turut membantu dan terlibat aktif dalam program pendidikan keluarga di Indonesia," ungkap Sukiman.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA