Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Thursday, 13 Rajab 1442 / 25 February 2021

Studi Sebut Makanan Organik Kurangi Risiko Kanker

Selasa 23 Oct 2018 06:54 WIB

Rep: Nora Azizah/ Red: Indira Rezkisari

Buah dan sayur organik banyak digemari karena dipandang bebas pestisida.

Buah dan sayur organik banyak digemari karena dipandang bebas pestisida.

Foto: AP
Pengurangan signifikan bahan pangan yang terkontaminasi meminimalkan risiko kanker.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah penelitian baru menunjukkan, makanan organik mampu mengurangi risiko seseorang terkena kanker. Penelitian yang diterbitkan di dalam JAMA Internal Medicine tersebut menjelaskan, orang yang mengonsumsi makanan organik secara teratur dapat mengurangi risiko dirinya terkena kanker secara menyeluruh.

Penelitian menyebutkan, mereka yang makan makanan organik lebih kuat menangkal limfoma non-Hodgkin serta kanker payudara pasca menopause dibandingkan mereka yang tidak. Laman CNN Health melaporkan, penelitian yang dipimpin Ahli Epidemiologi dari Institute National De La Sante et De La Recherche Medicale di Prancis tersebut melibatkan hampir 69 ribu respondens orang dewasa.

Lebih dari tiga per empat relawan merupakan wanita dan rata-rata mereka berusia di pertengahan 40 tahun. Responden kemudian dikategorikan ke dalam empat kelompok bergantung pada seberapa sering mereka mengonsumsi makanan organik. Terdapat 16 jenis produk organik yang dikonsumsi, termasuk buah, sayur, daging, ikan, makanan siap saji, minyak sayur, bumbu, dan suplemen.

Waktu tindak lanjut berbeda pada masing-masing peserta, yakni sekitar empat setengah tahun. Dalam membandingkan skor makanan organik peserta dengan kasus kanker, peneliti menghitung hubungan negatif antara skor tinggi dan risiko kanker secata keseluruhan.

Dari penelitian didapatkan hasil, mereka yang mengonsumsi makanan organik hanya memiliki risiko 25 persen terkena kanker. Turunnya angka risiko mengidap kanker disimpulkan para peneliti berasal dari pengurangan secara signifikan kontaminasi makanan konvensional menjadi organik.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA