Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Ruangan Kena Peluru Nyasar, Effendi: Saya Serahkan ke Polisi

Kamis 18 Oct 2018 16:41 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Bayu Hermawan

Politikus PDIP, Effendi Simbolon

Politikus PDIP, Effendi Simbolon

Foto: MGROL72
Ruang politikus PDIP Effendi Simbolon juga terkena peluru nyasar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polisi kembali menemukan proyektil peluru di Ruangan anggota DPR dari Fraksi PDIP, Effendi Simbolon, Kamis (18/10). Ruangan di lantai 6.17 itu pun menjadi lokasi keenam dari rangkaian peristiwa tembakan dari anggota Perbakin pada Senin (15/10) kemarin.

Effendi mengaku mengetahui peluru juga menembus ruangannya pada Kamis (18/10) hari ini dari stafnya. Saat peluru itu ditemukan, ia tengah melakukan kunjungan kerja ke daerah. "Karena pagi-pagi katanya petugas kebersihan itu menemukan adanya lubang itu. Saya pas dilaporkan sedang rapat ya, lagi kunker saya," ujar Effendi saat dihubungi wartawan, Kamis (18/10).

Menurut Effendi, saat itu, melalui stafnya, ia pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak pengamanan dalam (Pamdal) DPR yang kemudian berkoordinasi dengan pihak kepolisian.  Namun ia menyerahkan peristiwa tersebut ke kepolisian dam enggan menduga-juga peristiwa tersebut.

"Saya menyerahkan sepenuhnya untuk mengungkap. Apakah ini bagian dari rangkaian kejadian yang lalu atau lain," kata Anggota DPR Komisi I DPR itu.

Sebelumnya, polisi melakukan penyisiran dari lantai 1 sampai lantai 24 gedung DPR RI. Hasil penyiaran, polisi menemukan enam lubang dan lima proyektil yang telah temukan.

"Total hasil temuan lubang bekas tembakan peluru nyasar ada enam lubang, ditemukan lima proyektil dan satu (proyektil) belum ditemukan," kata Karopenmas Mabes Polri Brigadir Jenderal polisi Dedy Prasetyo saat dikonfirmasi Republika pada Kamis (18/10).

Dedy berujar, lima proyektil tersebut ditemukan di ruang dan lantai yang berbeda. Proyektil-proyektil tersebut ditemukan di Lantai 16 Ruang 1601, di Lantai 13 Ruang 1313 pada Senin (15/10) lalu. Kemudian dua proyektil lagi ditemukan pada Rabu (17/10) di lantai 10 Ruang 1008 dan lantai 9 Ruang 0915. Selanjutnya proyektil kembali ditemukan hari ini di lantai enam.

"Satu proyektil lagi ditemukan hari ini di lantai 6 Ruang 0617," ujarnya.

Proyektil ungkapnya ditemukan pada saat Tim Inafis melakukan olah TKP lanjutan dibantu dengan mengunakan alat Drone. Saat tepat berada di lantai 06 ruang 0617 tim menemukan sebuah lubang yang diduga berasal dari proyektil peluru di dinding atas kaca jendela. "Dari sana tim kemudian berkoordinasi dengan operator drone untuk mengecek apakah ada lubang dari arah luar yang tembus ke dalam," jelasnya.

Kemudian tim melakukan pencarian proyektil tersebut dan menemukan satu proyektil di sela-sela papan tepat di bawah lubang yang di duga dari titik akhir proyektil. Saat ini tambahnya, tim masih melakukan pencarian terhadap bekas lubang di lantai 20 ruang 2003. Pasalnya tim tidak menemukan proyektil di ruangan tersebut meskipun terdapat lubang.

Untuk mengetahui asal proyektil tersebut, tim telah menyerahkan anak peluru kepada Puslabfor. Labfor akan melakukan uji balistik terdapat peluru-peluru tersebut. "Kita tunggu hasil uji balistik dari lLabfor dulu," ucapnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA