Saturday, 13 Rajab 1444 / 04 February 2023

Owabong Donasikan 5 Hari Penjualan Tiket untuk Korban Gempa

Kamis 04 Oct 2018 16:04 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Dwi Murdaningsih

Owabong Waterpark, Purbalingga, Jawa Tengah

Owabong Waterpark, Purbalingga, Jawa Tengah

Foto: owabong
Donasi penjualan tiket tidak memengaruhi target pendapatan Owabong.

REPUBLIKA.CO.ID, PURBALINGGA -- Perusahaan Daerah (PD) Obyek Wisata Air  Owabong Purbalingga, merasa ikut prihatin dengan bencana alam yang terjadi di Palu dan Donggala. Perusahaan daerah yang mengelola berbagai obyek wisata di Purbalingga ini akan mendonasikan seluruh penjualan tiket selama lima hari, untuk disumbangkan bagi korban bencana di daerah tersebut.

''Dana yang akan kami sumbangkan merupakan penjualan tiket masuk obyek wisata selama 5 hari, mulai dari 1-5 Oktober 2018. Baik dari penjualan tiket masuk ke obyek wisata air Owabong, Sanggaluri Park dan juga pendapatan dari booking tamu di  Owabong Cottage,'' kata Direktur PD Owabong, Drs Hartono, Rabu (3/1).
 
Dia mengaku belum bisa memperkirakan berapa kira-kira berapa nilai sumbangan yang diperoleh selama lima hari tersebut. Namun dia memastikan, sumbangan tersebut tidak akan memengaruhi target pendapatan PD Owabong yang sudah ditetapkan sepanjang tahun 2018. 
 
Dia juga berharap, pengelola obyek wisata lain khususnya yang berada di Kabupaten Purbalingga bisa melakukan hal yang sama. ''Dengan demikian, kalau dikumpulkan kelak dananya bisa cukup besar dan cukup berarti bagi korban bencana,'' ucap dia.
 
Dia menyebutkan, secara tidak langsung hal ini juga bisa menjadi bentuk solidaritas pengunjung obyek wisata terhadap warga Palu dan Donggala yang sedang tertimpa musibah.
 
''Jadi, mari kita kumpulkan donasi untuk saudara-saudara kita yang terkena musibah dengan cara berwisata ke Owabong. Selain pengunjung bisa bergembira di obyek wisata, juga bisa memberikan donasi pada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,'' katanya.
Mengenai pengiriman dana hasil donasi, Hartono menyatakan hal itu masih akan dipikirkan lebih lanjut. ''Bisa saja kami kirimkan langsung, atau bisa juga disampaikan melalui lembaga kemanusiaan independen yang ada selama ini,'' katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA