Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Memasak Bermanfaat Jaga Kesehatan Mental

Rabu 03 Oct 2018 22:31 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Ani Nursalikah

Memasak.

Memasak.

Foto: dok Republika
Memasak juga dapat meningkatkan kreativitas dan kebahagiaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memasak bukan hanya urusan para istri di dapur. Siapa pun yang sedang didera stres atau kejenuhan, disarankan untuk memasak sebagai salah satu cara meredam stres.

Tidak percaya? Perlu diketahui, terapi memasak sudah banyak diterapkan salam program penyembuhan mental dan suasana hati di berbagai belahan dunia.

Konselor bernama Nicole Lambert dari Movement Counseling Services menyatakan memasak membantu menjaga kesehatan mental karena memantik kreativitas. "Memasak adalah salah satu jalan menyalurkan energi, bisa berfungsi sebagai distraksi atau pemecah kejenuhan, dan membantu kita menguasai keterampilan di dapur. Memasak juga sekaligus berfungsi mengekspresikan emosi dengan media yang berbeda," ujarnya sebagaimana dikutip dari Bustle.

Seperti olah raga, walaupun kegiatan memasak nampak sederhana belum tentu setiap orang bisa melakukannya dengan mudah. Gangguan mood seperti depresi bisa menurunkan energi dan nafsu makan sehingga meyakinkan diri untuk memasak jadi lebih sulit daripada biasanya.

Akan tetapi, sejumlah studi menunjukkan manfaat pada kesehatan mental bisa dipetik ketika hasil masakan sudah jadi. Bahkan jika apa yang kita masak adalah makanan yang sederhana, kepuasan itu tetap akan ada. Efek positif dari memasak tidak hanya dirasakan oleh pelakunya namun juga bisa menyebar ke orang-orang sekitar.

Kegiatan memasak dan membuat roti menghadirkan dua aspek berbeda untuk kesehatan mental, yaitu pada aktivitas dan hasilnya. Dua-duanya bermanfaat baik untuk kesehatan jiwa. Dalam sebuah artikel yang dimuat Eater pada 2014, psikolog menyatakan membuat roti melibatkan upaya si pembuat. Ini disebut aktivasi tingkah laku.

Manfaat yang didapat dari proses memasak terwujud dalam rasa masakan yang dihasilkan. Hasil masakan inilah yang dianggap sebagai 'hadiah nyata' atas suatu pekerjaan yang sudah selesai dilakukan.

Cobalah memasak resep-resep sederhana karena proses tersebut tidak menimbulkan kekhawatiran, namun berfungsi meningkatkam fokus. Berdasarkan sebuah penelitian pada 2016, memasak juga dapat meningkatkan kreativitas dan kebahagiaan.

"Memasak adalah bentuk mengurus diri sendiri dari hal yang paling mendasar serta menutrisi tubuh. Anda mengambil bahan-bahan dan mengubahnya menjadi sesuatu yang lezat untuk tubuh dan semangat," ujar ahli nutrisi di Nourish Integrative Solutions, Meg Bowman.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA