Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Kalog Upayakan Kereta Barang tak Ganggu Lalin KRL

Selasa 02 Oct 2018 19:17 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Pekerja melintas di depan kantor pelayanan pengiriman logistik di kawasan Kereta Api Logistik, Stasiun Kampung Bandan, Jakarta Utara, Kamis (22/1). (Antara/Zabur Karuru)

Pekerja melintas di depan kantor pelayanan pengiriman logistik di kawasan Kereta Api Logistik, Stasiun Kampung Bandan, Jakarta Utara, Kamis (22/1). (Antara/Zabur Karuru)

PT Kalog menilai lalu lintas kereta api di Jakarta sudah terlalu padat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Kereta Api Logistik (Kalog) saat ini tengah mengupayakan kereta barak tidak menganggu lalu lintas (lalin) kereta rel listrik yang ada di Jabodetabek. VP Non Container Kalog Edi Sudiarto mengakui lalu lintas kereta api di Jakarta sudah sangat padat.

Agar tidak bersinggungan dengan KRL, Edi mengatakan pihaknya tengah mencoba mengarahkan kereta angkutan barang ke terminal luar Jakarta. “Jadi kami membuat hub yang bisa ke arah selatan, barat, dan timur tanpa lewat Jakarta,” kata Edi di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (2/10).

Edi menegaskan, hal tersebut tengah didorong kepada pemerintah agar angkutan barang tidak harus beririsan dengan KRL. Hanya saja, Edi mengakui kendala permasalahan penumpang tidak bisa dicegah.

Untuk itu, Edi emmastikan saat ini Kalog tengah mengupayakan hal-hal yang dibutuhkan agar lalu lintas angkutan barang tidak melalui Jakarta. “Makanya kami sekarang infrastruktur akan kami arahkan keluar Jakarta,” ujar Edi.

Edi mengungkapkan, target Kalog selanjutnya yaitu akan lebih mengoptimalkan angkutan balik. Selain itu, Edi memastikan Kalog saat ini sudah memiliki klien baru dan mengintegrasikan tidak hanya mengangkut produk jadi.

“Kita mulai dengan ada bahan baku. Kedua, saat kereta balik itu harus dilengkapi dengan inovasi karena nggak serta merta gerbong yang ada bisa digunakan. Juga harus memanfaatkan teknologi baru baik untuk metode packing dan handling,” jelas Edi. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA