Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Hubungan AS dan Cina Berubah Jadi Kompetisi

Senin 01 Oct 2018 16:52 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Bendera Cina dan AS. Ilustrasi.

Bendera Cina dan AS. Ilustrasi.

Foto: worldwide-connect.com
Kompetisi AS dan Cina dinilai bukan sesuatu yang buruk.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Direktur Hubungan Asia Timur Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat, Matthew Pottinger mengatakan gedung putih melihat hubungan mereka dengan Cina sebagai kompetisi. Pottingger mengatakan bagi AS kompetisi bukan sesuatu yang diartikan buruk. 

"Kami dari pemerintahan Donald Trump memperbaharui kebijakan hubungan dengan Cina dengan membawa konsep kompetisi," kata Pottinger dalam perayaan Hari Kemerdekaan Cina di Kedutaan Besar Cina di AS, seperti dilansir dari South China Morning Post, Senin (1/10). 
 
Dalam acara yang membahas tentang masa depan hubungan Cina-Amerika tersebut, Pottinger mengatakan kompetisi tidak berarti merusak hubungan harmonis kedua negara. Pottinger menambahkan hubungan harmonis antara kedua negara juga tidak dapat terjadi tanpa menyadari adanya kompetisi ini.
 
"Saya pikir itu baik-baik saja, bagi kami, AS berkompetisi bukan four-letter-word (kata makian), persaingan bebas dan adil antarbangsa menjadi inti dari demokrasi Amerika dan ekonomi pasar kami," kata Pottinger. 
 
Pottinger mengatakan harus diakui hubungan Cina-AS berevolusi menjadi kompetisi. Menurutnya, tanpa adanya pemahaman atas hubungan yang berevolusi menjadi kompetisi itu dapat menciptakan kesalahpahaman antara kedua negara. 
 
"Mengabaikan fakta ini akan menjadi inti kesalahpahaman dan mengundang salah perhitungan, jadi kami telah memperbaiki kerangka kebijakan kami untuk mencerminkan  realitas dan hubungan kami (dengan Cina) yang sudah berevolusi," kata Pottinger.  
 
Perang dagang yang dilakukan oleh pemerintahan Donald Trump sejak awal tahun membuat hubungan kedua negara terus memburuk. Duta Besar Cina untuk AS Cui Tiankai dalam kesempatan yang sama mengatakan kedua negara harus membuat keputusan yang berbeda. 
 
"Cina dan AS dua anggota permanen Dewan Keamanan PBB dan dua perekonomian terbesar di dunia harus membuat pilihan sejarah yang berbeda untuk mengarahkan kemana hubungan ini akan berjalan," kata Cui.
 
Cui mengatakan Cina sendiri sudah membuat pilihan. Cina memilih untuk memiliki hubungan yang saling menghargai, solutif, tanpa konflik dan tanpa konfrontasi dengan AS. Cui menambahkan Cina juga membuka pintu  yang lebih luas lagi untuk dunia. 
 
"Kami berkomitmen untuk menetapkan perbedaan kami dengan cara yang konstruktif dan kami berkomitmen untuk meningkatkan dan menumbuhkan hubungan Cina-AS dengan cara yang sehat agar bermanfaat untuk rakyat kedua negara dan seluruh dunia," ujar Cui. 
 
Pekan lalu Presiden AS Donald Trump menuduh Cina ikut campur dalam pemilu jeda AS. Tapi ia tidak menunjukan bukti di mana Cina turut campur dalam urusan politik domestik AS tersebut. 
 
Pada 27 September lalu Trump menggungah foto suplemen Des Moines Register, yang dinamakan China Watch. Suplemen tersebut mengkritik perang dagang yang digaungkan oleh Trump pada Januari 2018 lalu. Trump menuduh Cina melakukan propaganda melalui media-media AS. 
 
"Cina sebenarnya menempatkan iklan propaganda di Des Moines Register dan koran-koran lainnnya, membuatnya terlihat seperti berita. Itu karena kami (AS) mengalahkan mereka dalam (perang) dagang, pasar terbuka, dan para petani akan menghasilkan banyak uang ketika (perang dagang) ini selesai," tulis Trump di akun Twitternya. 
 
Duta Besar AS untuk Cina Terry Branstad mendukung tuduhan Trump tersebut. Branstad, mantan gubernur Iowa, kota Des Moines Register diterbitkan, mengatakan suplemen tersebut sebagai propaganda dan ia juga menuduh Cina mengambil keuntungan dari kebebasan pers di AS. 
 
Branstad juga menuduh Cina melakukan intervensi perdagangan antar-negara, memata-matai ekonomi AS dan mengimplementasikan kebijakan yang merugikan perusahaan-perusahaan AS. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi membantah tuduhan Trump. 
 
Wang Yi mengatakan Cina selalu menjunjung prinsip tidak mencampuri urusan domestik negara lain. Dalam pidatonya di Dewan Hubungan Luar Negeri di Sidang Umum PBB, Wang juga mengatakan hubungan kedua negara yang rusak akan sulit diperbaiki.  "Mudah untuk dirusak, tapi akan sulit memperbaiki gelas yang pecah," kata Wang. 
 
Wang juga mengatakan hubungan bilateral antara kedua negara sedang dalam persimpangan jalan. Ia juga menuntut AS untuk memutuskan apakah Cina mitra atau rival mereka.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA