Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Gunung Kidul Dinilai Layak Diusulkan Jadi Bali Baru

Jumat 28 Sep 2018 17:47 WIB

Red: Nur Aini

Sejumlah wisatawan bermain air di Pantai Nglambor di Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta, Sabtu (19/11).

Sejumlah wisatawan bermain air di Pantai Nglambor di Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta, Sabtu (19/11).

Foto: ANTARA
Gunung Kidul memiliki kekayaan alam yang bervariasi.

REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNG KIDUL -- Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta Aris Riyanta menyebut Gunung Kidul dengan kekayaan wisata dan keindahan alam yang dimiliki layak diusulkan menjadi salah satu "Bali Baru". Hal itu guna  mendongkrak kunjungan wisata nasional.

"Menurut saya sangat layak menjadi Bali Baru apalagi kawasan Gunungsewu di Gunung Kidul sudah masuk menjadi Geopark dunia," kata Aris di Yogyakarta, Jumat (28/9).

Aris mengatakan keragaman potensi wisata dengan kekayaan alam yang ada di Gunung Kidul patut diperhitungkan pemerintah pusat sebagai salah satu penyokong kunjungan wisata nasional. Dengan demikian, kelembagaan pengelolaan wisatanya juga harus digarap serius.

Kabupaten Gunung Kidul, menurut dia, bukan hanya menyimpan keindahan alam pantai. Namun juga keindahan alam karst di kawasan Gunung Api Purba yang telah masuk menjadi salah satu titik taman wisata bumi Geopark Gunungsewu yang mendunia. "Kalau dikemas lebih serius kawasan alam di Gunung Kidul itu menurut saya tidak kalah dengan keindahan bentang alam batu kapur di Halong Bay di Vietnam," kata dia.

Destinasi wisata Gunung Kidul yang menjadi andalan dan telah populer juga meliputi Pantai Ngalnggeran, Pantai Baron, Pantai Nglambor, Goa Pindul, Goa Gunung Gambar, serta Goa Ngringrong.

"Kalau dibandingkan dengan keindahan di Danau Toba, Pulau Mandalika yang kini telah masuk Bali Baru, saya yakin Gunung Kidul tidak kalah," kata dia.

Hal itu, kata dia, masih ditambah dengan kemudahan akses wiasatawan yang ditopang dengan kebaradaan bandara baru New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang akan mulai beroperasi pada 2019. Sementara itu, Aris menilai agar pengelolaan Gunungsewu lebih efektif, terstruktur, dan sistematis, ke depan perlu dimunculkan kelembagaan khusus yang didukung dengan Peraturan Presiden (Perpres).

Saat ini, telah terbentuk badan pengelola Geopark Gunungsewu yang melibatkan Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah dan Pacitan, Jawa Timur. Meski demikian, menurut Aris, hingga saat ini belum mampu memunculkan masterplan akibat berbagai keterbatasan yang dimiliki kabupaten.

"Badan pengelola Gunungsewu sekarang memang sudah berjalan tetapi programnya belum terlihat karena keterbatasan yang dimiliki kabupaten bersangkutan," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA