Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

Sleman Dorong Budaya Ekonomi Kreatif

Selasa 25 Sep 2018 18:03 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Friska Yolanda

Wisatawan mengabadikan Gunung Merapi dari kawasan wisata Bungker Kaliadem, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (22/5).

Wisatawan mengabadikan Gunung Merapi dari kawasan wisata Bungker Kaliadem, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (22/5).

Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko
Ekonomi kreatif diharapkan meningkatkan daya saing lokal.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Kabupaten Sleman memang tengah menguatkan berbagai aspek agar mampu menghidupkan potensi ekonomi kreatif yang ada. Hal itu dilakukan lewat beragam cara mulai sosialisasi, sampai gelaran-gelaran bernuansa ekonomi kreatif.

Kali ini, Pemkab Sleman menggelar Seminar Ekonomi Kreatif dan Ekowisata di Kampung Flory. Seminar mengangkat tema Inovasi Desa Melalui Ekonomi Kreatif dan Ekowisata di Sleman. Seminar dihadiri tidak kurang 120 orang yang terdiri dari komunitas-komunita travel agen, OPD-OPD, pelaku ekonomi kreatif, pemilik UMKM dan para pengelola desa wisata di Kabupaten Sleman.

Dihelat Bappeda Kabupaten Sleman, sejumlah materi jadi fokus pembahasan. Mulai tentang kebijakan ekonomi dari Kepala Bappeda Sleman Kunto Riyadi, dan pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat kreatif dari Muhammad Baiquni. Lalu, ada pula materi segmentasi pasar yang disampaikan Sarbini dari Fosipa Indonesia, dan ekosistem ekonomi kreatif oleh Gregorius Sri Wuryanto dari Prodi Arsitektur UKDW Yogyakarta.

Kepala Bappeda Kabupaten Sleman, Kunto Riyadi mengatakan, pemerintah daerah selalu mengusahakan agar lingkungan kreatif selalu tercipta di masyarakat. Sehingga, tumbuhnya desa wisata baru hingga kesenian baru jadi indikatornya.

"Kreatif ada di masyarakat, pemerintah daerah memfasilitasi," kata Kunto, Selasa (25/9).

Ia menekankan, sesuai kerangka kerja pembangunan ekonomi kreatif Kabupaten Sleman, priortasnya di peningkatan kebijakan publik bidang pengembangan ekonomi kreatif, dan pengembangan usaha mikro berbasis teknologi ramah lingkungan. Selain itu, prioritas ada di perlindungan produk kreatif melalui Sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual. Ke depan, ia menekankan, OPD-OPD di Kabupaten Sleman akan menganggarkan fasilitas yang menunjang terbentuknya ekonomi kreatif.

Potensi ekonomi lokal menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Sleman yang berbudaya akan juga dikembangkan. Kunto menegaskan, Pemkab Sleman akan fokus dalam pembangunan dengan segi pengembangan potensi lokal.

"Dan infrastruktur yang diharapkan mampu membangkitkan daya saing ekonomi lokal," ujar Kunto.

Terpisah, pengembangan budaya ekonomi kreatif dilakukan pula dari aspek-aspek pariwisata yang selama ini jadi unggulan di Kabupaten Sleman. Wisata inilah yang menjadi jembatan berkembangnya ekonomi kreatif yang ada.

Dalam rangka Hari Pariwisata Internasional, Dinas Pariwisata berencana menggelar Merapi Tourism Festival 2018. Kegiatan itu rencananya akan dihelat pada 29-30 September 2018 di Museum Gunung Api Merapi.

"Kegiatan ini dimaksudkan pula untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke lereng Gunung Merapi," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Sudarningsih, di Atrium Jogja City Mall, Selasa (25/9).

Ia turut berharap, kegiatan itu semakin menegaskan posisi Gunung Merapi sebagai ikon wisata di Kabupaten Sleman. Sudarningsih bersyukur selama ini sudah banyak yang wisatawan yang memilih Kaliurang.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA