Wednesday, 10 Rajab 1444 / 01 February 2023

Cina Batalkan Pembicaraan Dagang dengan AS Pekan Depan

Sabtu 22 Sep 2018 10:41 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping.

Foto: AP Photo/File
Sebelumnya Perdana Menteri Liu He berencana datang ke AS untuk membuka dialog

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING – Cina membatalkan pembicaraan perdagangan dengan Amerika Serikat dan tidak akan lagi mengirim Wakil Perdana Menteri Liu He ke Washington, Amerika, pekan depan. Keputusan ini dilaporkan Wall Street Journal, Sabtu (22/9), tanpa mengatakan dari mana informasi tersebut didapatkan.

Delegasi tingkat menengah dari Cina bermaksud melakukan perjalanan ke ibu kota AS untuk membuka dialog. Akan tetapi, rencana kunjungan yang bertujuan membuka dialog antar kedua negara itu telah dibatalkan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membebani tarif impor senilai 200 miliar dolar AS kepada Cina. Ia mengancam akan menetapkan nominal lebih tinggi apabila Beijing terus melakukan pembalasan. Pada Selasa (18/9), Cina mengatakan akan memberlakukan retribusi barang senilai 60 miliar dolar AS per Senin (24/9).

Tarif baru ini membawa ketidakpastian baru bagi Cina dan Amerika Serikat. Juru bicara Kementerian Perdagangan Cina, Gao Feng, menjelaskan, pemerintah akan berupaya melakukan negosiasi. Ia menggunakan kalimat yang persis sama dengan pernyataan kementerian sebelumnya.

 

Dikutip di Bloomberg, Sabtu (22/9), Kementerian Perdagangan belum memberikan penjelasan apapun terkait keputusan baru pemerintah Cina ini.

Sebelumnya, pemerintahan Trump mengatakan, pihaknya perlu mengkonfrontasi Cina mengenai praktik perdagangannya untuk mempertahankan kepentingan jangka panjang Amerika. Hal ini dilakukan sekalipun risiko eskalasi turut memberikan dampak negatif kepada konsumen Amerika.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA