Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Bill Gates Ungkap Syarat Bujuk Trump Ubah Kebijakan

Selasa 18 Sep 2018 13:36 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Presiden AS Donald Trump.

Presiden AS Donald Trump.

Foto: AP Photo/Andrew Harnik
Bill Gates menilai Trump bisa mengubah kebijakan yang membuatnya terlihat pintar.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pendiri Microsoft dan orang terkaya nomor dua saat ini, Bill Gates yakin Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bisa dipengaruhi untuk mengeluarkan dana bantuan luar negeri. Gates mengatakan Trump mempunyai pikiran terbuka dalam membuat kebijakan.

Menurut Gates yang selama dua dekade terakhir aktif sebagai filantropis, Trump tidak terpaku pada satu ideologi tertentu dan terbuka dengan ide baru. Menurut Gates, Presiden Amerika ke-45 tersebut dapat mengubah kebijakannya terutama bila kebijakan tersebut membuatnya terlihat pintar.

"Satu hal yang bisa dikatakan, di luar plus atau minusnya, hanya sedikit wilayah ia memiliki ideologi yang pasti, jika ada sesuatu yang ia rasa membuat dia terlihat pintar, terutama jika hal itu dilakukan dengan cara yang berbeda dari sebelumnya, maka ya, saya pikir dia memiliki pikiran yang terbuka," kata Gates, seperti dilansir dari The Guardian, Selasa (18/9).

Gates menambahkan Trump sudah dipengaruhi oleh argumen yang diberikan oleh Sekretaris Pertahanan Nasional Jim Mattis yang mengungkapkan pentingnya soft power. Gates yang mendirikan Bill and Melinda Foundation bersama istrinya Melinda Gates memperingatkan menurunnya perlawanan terhadap kemiskinan dan penyakit pada dekade-dekade ke depan.

Dalam laporan tahunan Bill and Melinda Foundation terlihat populasi di wilayah-wilayah termiskin di dunia tumbuh dengan sangat cepat. Angka kelahiran di Afrika menjadi kemajuan di benua tersebut tapi hanya jika dunia berinvestasi kepada anak-anak muda di Afrika.

Laporan tersebut menyatakan jika populasi terus tumbuh tanpa investasi maka pengentasan kemiskinan bisa berhenti. Kemungkinan justru bisa meningkat lagi. Gates memperingatakan kepada negara-negara Barat untuk tidak mengabaikan Afrika.

"(Stabilitas ini menciptakan) perbedaan besar di seluruh dunia," kata Gates.

Gates mengatakan penyakit seperti Ebola menular dengan sangat cepat. Penyebaran penyakit lain bahkan lebih cepat lagi tanpa ada layanan kesehatan yang memadai. Suriah negara kecil, tambah Gates, tapi pengungsian akibat perang menjadi tantangan baru dalam sistem suaka. "Afrika berada di daya tarik yang lain," tambah Gates.

Gates sudah berulang kali menentang kebijakan AS yang memotong anggaran bantuan luar negeri. Akhir tahun lalu Trump memotong bantuan kepada organisasi yang membantu keluarga di negara miskin.

AS juga justru menyarankan aborsi daripada memberikan akses terhadap konstrespsi, layanan kesehatan yang paling dibutuhkan perempuan-perempuan di negara-negara miskin. Tapi Gates optimistis Trump dapat dipersuasi tentang nilai bantuan luar negeri.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA