Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

PKB: Ijtima Ulama II tak Bisa Jadi Sikap Umat

Senin 17 Sep 2018 17:38 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Andi Nur Aminah

Politikus PKB sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPR Lukman Edy.

Politikus PKB sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPR Lukman Edy.

Foto: republika/prayogi
Karena kelas ulama yang berkumpul mengeluarkan Ijtima itu dari awal sudah partisan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP PKB Lukman Edy mengomentari terkait dukungan yang diberikan oleh ulama dalam Ijtima Ulama II kepada pasangan bakal calon Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Hotel Grand Cempaka akhir pekan kemarin. Edy menegaskan kendati terdapat sejumlah ulama yang mendukung Prabowo-Sandi namun menurutnya hasil Ijtima Ulama II tak bisa dijadikan sebagai sikap umat.

"Kapasitas ulama yang berkumpul itu (Ijtima Ulama II) tak bisa dijadikan sebagai sikap umat. Karena jelas kelas ulama yang berkumpul mengeluarkan Ijtima itu dari awal sudah partisan. Kami anggap sudah partisan, orangnya juga tidak ramai dan sarat dengan sikap politik," tutur Edi kepada Republika.co.id pada Senin (17/9).

Kendati demikian mantan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal itu mengatakan pihaknya tetap menghormati keputusan Ijtima Ulama. Namun menurut Edy, terkait hal-hal yang membuat Ulama di Ijtima Ulama beralasan memilih berpihak kepada kubu Prabowo-Sandi dari pada Jokowi-Ma'ruf masih bisa diperdebatkan.

Di antaranya soal ekonomi, menurut Edy pihaknya memiliki data lebih konkrit terkait pencapaian pembangunan ekonomi yang telah dilakukan Jokowi dalam masa kepemimpinannya. Selain itu menurutnya terkait isu kriminalisasi ulama juga bisa diperdebatkan. Menurutnya tak ada satu pun ulama yang dikriminalisasi dalam masa pemerintahan Jokowi.

Baca Juga: Pengamat: Pakta Integritas Ijtima' Ulama Bersifat Normatif

Lebih lanjut Edy menambahkan keputusan Jokowi menunjuk KH Ma'ruf Amin sebagai pendampingnya di Pilpres 2019 mendatang menjadi penjelas dari sikap Jokowi terhadap umat Islam. Sementara itu, kendati banyak ulama yang berbeda sikap dan menyatakan secara terbuka dalam hal pilihan politik untuk Pilpres 2019, menurut Edy hal tersebut tak akan membuat benturan di tengah umat dan tokoh agama.

"Tidak akan ada benturan tidak akan pernah ada benturan antar ulama, kecuali ulama yang punya pandangan radikal pasti akan ada benturan. Ulama dari organisasi manapun selagi masih berpandangan moderat maka tidak akan pernah bentrok," katanya.

Sebelumnya pasca Ijtima Ulama II, KH Ma'ruf Amin juga mengatakan memperoleh dukungan dari ratusan ulama pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah. Beberapa hari sebelumnya Majelis Silaturahmi Kiai dan se-Indonesia juga mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf.  

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA