Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Longsor Perbesar Jumlah Korban Tewas Topan Mangkhut Filipina

Ahad 16 Sep 2018 11:36 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Petugas lalulintas menutup jalanan yang dilanda banjir akibat  terpaan Topan Mangkhut di Manila, Sabtu (15/9).

Petugas lalulintas menutup jalanan yang dilanda banjir akibat terpaan Topan Mangkhut di Manila, Sabtu (15/9).

Foto: Bullit Marquez/AP
Jumlah korban tewas Topan Mangkhut tembus 25 orang di Filipina.

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Korban topan Mangkhut di Filipina bertambah menjadi 25 orang. Kebanyakannya korban tewas karena longsor di daerah pegunungan. Sebelumnya, disebutkan korban tewas karena angin kencang disertai dengan hujan lebat menyebabkan 12 orang tewas.

Hal itu diungkapkan oleh Penasihat Presiden Filipina Francis Tolentino yang mengatakan korban tewas tersebut kebanyakan berasal di Provinsi Nueva Vizcaya yang memiliki banyak irigasi dan sejarah panjang dengan tanah longsor. Tapi korban badai dan angin topan terbesar sepanjang tahun 2018 ini terus bertambah.

Dua puluh orang meninggal di daerah Cordillera, pulau utama Kepulauan Luzon. Empat korban tewas lainnya berada di Provinsi Nueva Vizcaya. Tolentino mengatakan korban lainnya karena tertimpa pohon jatuh di Provinsi Ilocos Sur.

"Laporan dari area lain di sebelah utara Luzon yang terhantam badai ini masih terus diikuti," kata Tolentino, Ahad (16/9).

photo
Sebuah lapang basket porak poranda akibat terpaan Topan Mangkhut di Tuguegarao City, Cagayan, Filipina Sabtu (15/9).


Kematian 20 orang di Cordillera juga dikonfirmasi oleh petugas keamanan sipil setempat Emmanuel Salamat. Salamat mengatakan polisi sudah melaporkan ada 20 orang korban tewas di sana.

Topan Mangkhut ini diprediksi mengarah ke Hong Kong dan Cina. Menteri Pertahanan Hong Kong John Lee Ka-chiu mengatakan negaranya sudah mempersiapkan situasi terburuk dalam menghadapi topan Mangkhut ini.

"Karena badai Mangkhut akan membawa angin dan hujan dengan kecepatan, jangkauan dan kekuatan yang luarbiasa, persiapan dan respon kami lebih keras dari sebelumnya," kata Lee.

Cina pun sudah mengevakuasi 51 ribu orang di Provinsi Fujian. Para warga yang kebanyakan nelayan sudah kembali ke rumah mereka. Ada sekitar 11 ribu kapal nelayan yang kembali ke pelabuhan pada Sabtu (15/9) kemarin. Mereka pun segera mengikuti himbauan pemerintah Cina untuk mengungsi.

Baca: Jumlah Korban Topan Mangkhut Filipina Bertambah

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA