Senin, 19 Zulqaidah 1440 / 22 Juli 2019

Senin, 19 Zulqaidah 1440 / 22 Juli 2019

Badan Bahasa Selenggarakan UKBI untuk 200 Guru Jakarta

Jumat 10 Mei 2019 15:18 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Esthi Maharani

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Dadang Sunendar

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Dadang Sunendar

Foto: Republika/Edi Yusuf
UKBI untuk uji keterampilan bahasa Indonesia lisan dan dalam kegiatan menulis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan sosialisasi dan tes Uji Kemahiran Bahasa Indonesia (UKBI). Sebanyak 200 guru di DKI Jakarta diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Plt Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Dadang Sunendar mengatakan ada beberapa hal yang diuji dalam UKBI. Di antaranya adalah mengukur keterampilan bahasa Indonesia lisan dan dalam kegiatan menulis.

"Dalam penggunaan bahasa Indonesia lisan, UKBI mengukur keterampilan aktif reseptif peserta uji dalam kegiatan mendengarkan dan mengukur keterampilan aktif produktif peserta uji dalam kegiatan berbicara," kata Dadang, di Jakarta, Jumat (10/5).

Sementara itu, dalam penggunaan bahasa Indonesia tulis, UKBI mengukur keterampilan aktif reseptif peserta ujian dalam kegiatan membaca. Selain itu juga mengukur keterampilan aktif produktif peserta ujian dalam kegiatan menulis.

Ia melanjutkan, materi UKBI meliputi empat keterampilan berbahasa yakni keterampilan mendengarkan, membaca, menulis, dan berbicara. "Selain itu, UKBI juga berisi materi tentang kaidah bahasa," kata Dadang.

Nantinya, para guru akan diberikan predikat sesuai dengan kemampuannya. Dadang mengatakan, ada enam peringkat yaitu istimewa, sangat unggul, unggul, madya, semenjana, marginal dan terbatas. Dadang mengungkapkan, sejak tes yang dimulai tahun 2016 sebagian besar guru memperoleh hasil madya.

"24 persen guru mendapatkan predikat unggul dan sangat unggul. Terdapat enam orang guru meraih predikat istimewa," kata Dadang.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA