Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Gandeng KPM Bogor, SIT Al Iman Gelar Pelatihan Matematika

Senin 08 Jul 2019 07:47 WIB

Red: Irwan Kelana

Tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) memberikan pelatihan matematika nalaria realistik (MNR) bagi para guru SDIT dan SMPIT Al Iman Bojonggede, Bogor.

Tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) memberikan pelatihan matematika nalaria realistik (MNR) bagi para guru SDIT dan SMPIT Al Iman Bojonggede, Bogor.

Foto: Dok SIT Al Iman
Pelatihan itu bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Untuk mewujudkan komitmen penguatan matematika, Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al Iman menggelar pelatihan matematika nalaria realistik (MNR) bagi para guru SD dan SMP. Kegiatan tersebut diadakan di kampus SIT Al Iman, Bojonggede, Bogor, Jawa Barat, Rabu-Kamis, 3-4 Juli 2019.

Kegiatan pelatihan dibuka oleh Afrizal Sinaro, ketua Yayasan Perguruan Al Iman. Ia menyatakan tercapainya sekolah yang bermutu perlu ikhtiar yang maksimal dari para guru untuk terus-menerus meningkatkan kompetensi diri membaca dan mengikuti pelatihan/training berbagai mata pelajaran.

“Tahun ini Sekolah Islam Terpadu Al-Iman mengadakan kerja sama dengan Klinik Pendidikan MIPA (KPM), Bogor, dalam kegiatan diklat mapel matematika guru SD dan SMP Al-Iman,” ujar Afrizal Sinaro dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Ahad (7/7).

Ia menambahkan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah Islam Terpadu Al-Iman, pengurus Yayasan Perguruan Al-Iman menjalin kerja sama dengan Institut Indonesia Bermutu untuk implementasi kurikulum 2013;  NFEC untuk program School Reading System;  dan KPM untuk program pembelajaran matematika.

“Hal itu sesuai dengan visi dan misi Yayasan Perguruan Al-Iman yaitu lahirnya murid-murid yang beradab dan bermutu,” kata Afrizal Sinaro.

photo
Ketua Yayasan Perguruan Al Iman, Afrizal Sinaro membuka acara pelatihan sekaligus pengarahan kepada para guru SDIT dan SMPI Al Iman.

Pelatihan berlangsung sejak pukul 08.00-15.00 WIB. Tim Klinik Pendidikan MIPA (KPM) menyajikan beberapa materi seputar pemberian masalah nyata, pemahaman konsep, penalaran dan komunikasi, pemecahan masalah hingga sesi eksplorasi matematika lewat permainan kartu nara dan permainan berlian matematika.

Kepala Sekolah SDIT Al Iman, Wahyuningsih mengungkapkan, manfaat pelatihan ini adalah guru-guru dapat mengetahui cara memberikan pemahaman dasar atau konsep matematika kepada anak-anak yang notabene penting diberikan terlebih dahulu.

“Pelajaran matematika yang selama ini dianggap sulit dan menyeramkan, bisa menyenangkan bagi anak.  Dari hal yang sangat sederhana,  anak-anak bisa memahami konsep matematika,” ujar Wahyuningsih. 

Ia menambahkan, dengan memahami konsep, anak akan memahami matematika seumur hidup. Setelah pelatihan ini guru-guru diharapkan  mampu memberikan pengalaman berbeda kepada anak-anak dalam belajar matematika dengan cara yang menyenangkan. “Kami berharap pelatihan ini berlanjut untuk lebih menumbuhkan minat belajar matematika sehingga mengajar anak juga menjadi lebih mudah,” pungkasnya.

Ahmad Fadilah, wakil bidang kurikulum SMP, mengungkapkan kesannya mengikuti pelatihan ini. “Kita dapat menyelesaikan soal matematika dengan cara yang simple dan praktis,” ujarnya. Ia berharap pelatihan ini berkelanjutan karena melihat manfaatnya dapat mengangkat prestasi siswa di bidang eksakta khususnya matematika.

Sementara itu, Solyati, guru kelas 6 SD terkesan dengan proses pelatihan bersama KPM. Pelatihan ini berhasil mengubah mindset bahwa matematika itu sulit, ternyata mudah asal memiliki keinginan untuk mempelajarinya dan terus berlatih.

“Mudah-mudahan konsep yang diberikan menjadi acuan evaluasi pembelajaran matematika untuk pendidikan terbaik di Sekolah Islam Terpadu Al Iman,” tuturnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA