Tuesday, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Tuesday, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Kemendikbud: PAUD Tekankan Karakter, Bukan Calistung

Rabu 20 Feb 2019 16:47 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Gita Amanda

Sejumlah murid PAUD. (Ilustrasi)

Sejumlah murid PAUD. (Ilustrasi)

Foto: Republika/Putra M. Akbar
PAUD itu filosofinya adalah tempat bermain taman bermain.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Didik Suhardi mengatakan pendidikan anak usia dini (PAUD) berkembang dengan cepat di Indonesia. Terkait hal ini, kata dia, hal yang harus ditekankan dalam PAUD adalah pendidikan karakter.

Baca Juga

"Pendidikan karakter harus ditekankan di PAUD, bukan calistung. Masuk SD tidak boleh ada tes calistung karena pendidikan di lembaga PAUD bukan untuk mengajarkan calistung," kata Didik, dalam dialog dengan Bunda PAUD Sulawesi Selatan, Makassar, dikutip dari keterangan resmi, Senin (18/2).

Pada tahun 2016, saat Kemendikbud pertama kali memberikan bantuan operasional pendidikan (BOP) untuk PAUD, jumlah lembaga PAUD sekitar 190-ribu. Sekarang, katanya, sudah ada sekitar 246-ribu lembaga PAUD yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Didik mengatakan, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pendidikan prasekolah sudah tinggi. Yang masih menjadi persoalan adalah mengenai standardisasi penyelenggaraan lembaga PAUD, termasuk pengajaran calistung pada anak-anak usia dini.

"PAUD itu filosofinya adalah tempat bermain, taman bermain. Oleh karena itu harus diluruskan," kata dia.

Ia menuturkan, Mendikbud Muhadjir Effendy juga akan membuat surat edaran ke sekolah-sekolah dasar supaya tidak memberlakukan tes calistung untuk calon peserta didik kelas 1, dan hanya melihat persyaratan usia. Menurut Didik, saat ini terjadi kesalahpahaman praktik pendidikan di jenjang PAUD dan SD karena saat SD memberlakukan tes calistung untuk calon peserta didik kelas 1, maka otomatis lembaga PAUD juga akan terpaksa mengajarkan calistung kepada anak-anak usia dini.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo berharap ada sinergi antara Bunda PAUD di Sulsel dengan pendidikan keluarga. "Jadi Bunda PAUD Provinsi juga ikut menyelenggarakan program sampai ke tingkat SD dan SMP, begitu juga Bunda PAUD di kabupaten. Jadi fungsi kita saling bersinergi dan bersama-sama dalam menyelenggarakan pendidikan," kata dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA