Jumat, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Jumat, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Peringati Hari Anak, Sekolah Serentak Belajar di Luar Kelas

Kamis 01 Nov 2018 15:12 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Esthi Maharani

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Yohana Yembise

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Yohana Yembise

Foto: Republika/Muslim AR
Kurang lebih 347.758 anak dari 400 sekolah diberbagai wilayah Indonesia ikut serta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melaksanakan kegiatan Outdoor Classroom Day (OCDay) atau Hari Belajar Di Luar Kelas yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada Kamis (1/11) pagi. Hal ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional.

OCDay di Indonesia dimulai sejak tahun 2017 dan menjadi terbaik kedua setelah London karena banyaknya jumlah sekolah yang mengikuti. Tahun ini, kurang lebih 347.758 anak dari 400 sekolah diberbagai wilayah Indonesia terdaftar ikut serta.

"Kegiatan OCDay atau Hari Belajar Di Luar Kelas selaras dengan arahan Presiden yang meminta sekolah untuk melakukan proses pembelajaran di luar kelas. Hal ini agar proses pembelajaran bagi anak menjadi menyenangkan dan tidak membosankan, juga bisa meningkatkan kemandirian serta kreativitas mereka," ujar Menteri PPPA, Yohana Yembise saat mengikuti kegiatan OCDay bersama ratusan siswa di SDN 2 Lateri, Ambon, Kamis (1/11).

Sementara itu, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kemen PPPA, Lenny N Rosalin menyampaikan, kegiatan belajar di luar kelas atau OCDay ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang mendukung Sekolah Ramah Anak (SRA). Di Indonesia, saat ini telah terdapat 11.097 Sekolah Ramah Anak (SRA) di 236 Kabupaten/Kota di 34 provinsi.

"Metode pembelajaran dalam kegiatan OCDay ini mengusung berbagai tema diantaranya, climate change (adaptasi perubahan iklim), perilaku hidup bersih dan sehat, sarapan sehat setiap hari, pendidikan karakter, cinta tanah air, serta pelestarian permainan tradisional. Kegiatan ini dilaksanakan dalam waktu kurang lebih 90 menit dengan beragam kegiatan dan aktivitas yang dapat mengeksplor kreativitas anak-anak tersebut," ujar Lenny.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA