Minggu, 18 Zulqaidah 1440 / 21 Juli 2019

Minggu, 18 Zulqaidah 1440 / 21 Juli 2019

Jokowi Ingin Inovasi Anak Muda Indonesia Hingga Mancanegara

Jumat 26 Okt 2018 12:56 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Esthi Maharani

Jokowi

Jokowi

Foto: setkab.go.id
Perubahan dunia akibat revolusi industri 4.0 sangatlah cepat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong generasi muda Indonesia terus meningkatkan inovasinya seiring dengan perkembangan teknologi. Inovasi anak bangsa tersebut, diharapkannya dapat berkembang hingga mancanegara.

Ia mencontohkan, salah satu inovasi anak bangsa yang telah berhasil masuk pasar luar negeri yakni inovasi dari Nadiem Makarim. Hal ini disampaikannya saat meresmikan pembukaan Idea Fest tahun 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (26/10).

"Nadiem dengan Gojek, waktu saya ke Vietnam saya diajak buka di sana Goviet gabungan Gojek dengan Vietnam jadi Goviet. Senang saya, bukan apa-apa, teknologi Indonesia mengintervensi negara-negara lain, itu yang saya ingin," kata Jokowi di hadapan para generasi milineal yang hadir.

Presiden pun mengaku kaget melihat sejumlah pameran yang dikelola oleh anak-anak muda dan kaum milineal. Menurut dia, dalam pameran ini banyak sekali lompatan-lompatan inovasi yang dapat menggerakan bangsa Indonesia menjadi lebih maju.

"Saya meyakini yang menggerakkan Indonesia ke depan adalah saudara-saudara semuanya," tambah dia.

(Baca: Menristekdikti: Inovasi Harus Dirasakan Manfaatnya)

Ia pun kembali mengingatkan, perubahan dunia akibat revolusi industri 4.0 sangatlah cepat. Karena itu, Jokowi meminta agar Indonesia tak tertinggal dari negara-negara lain dan terus mengembangkan berbagai inovasinya.

Presiden menyampaikan, gagasan dan ide yang inovatif juga memerlukan eksekusi yang tepat yang harus segera dilakukan. Menurut dia, kolaborasi antara perencana ide dengan pelaksana gagasan harus dilakukan untuk menghadapi berbagai tantangan besar ke depannya.

Ia pun mengingatkan agar generasi muda tak terpecah belah dan bekerja sendiri-sendiri. Tanpa kolaborasi, kata dia, sulit untuk memenangkan kompetisi antarnegara.

"Jadi kita penting sekali kolaborasi antara perencana dengan pelaksana, creator, industri pemerintah harus satu garis, inline karena kita menghadapi kekuatan-kekuatan eksternal besar di luar kita," jelas Jokowi.

Presiden juga mengatakan, Ideafest merupakan forum yang tepat untuk membahas mengenai ide dan gagasan, inovasi dan teknologi, serta upaya untuk mengimplementasikan ide-ide tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA