Saturday, 16 Zulhijjah 1440 / 17 August 2019

Saturday, 16 Zulhijjah 1440 / 17 August 2019

Bekraf Habibie Festival 2018 Resmi Ditutup

Ahad 23 Sep 2018 20:45 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Yudha Manggala P Putra

Pengunjung melihat replika pesawat R80 karya BJ Habibie pada acara Bekfraf Habibie Festival di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta, Ahad (23/9). Acara Bekraf Habibie Festival yang mengambil tagline Membudayakan Teknologi tersebut bertujuan untuk mendekatkan generasi muda Indonesia dengan kehadiran teknologi yang penuh dengan kreasi dan inovasi.

Pengunjung melihat replika pesawat R80 karya BJ Habibie pada acara Bekfraf Habibie Festival di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta, Ahad (23/9). Acara Bekraf Habibie Festival yang mengambil tagline Membudayakan Teknologi tersebut bertujuan untuk mendekatkan generasi muda Indonesia dengan kehadiran teknologi yang penuh dengan kreasi dan inovasi.

Foto: Putra M Akbar/Republika
Indonesia dinilai tidak kalah dengan bangsa lain dari segi teknologi.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Bekraf Habibie Festival 2018 ditutup pada Ahad (23/9) di JIExpo Kemayoran, Pademangan Jakarta Pusat. Acara ini telah berlangsung dari 20 hingga 23 September 2018.

Founder & Chairman Bekraf Habibie Festival 2018 Ilham A. Habibie mengatakan sempat melihat berkeliling dari satu stan ke stan lainnya. Menurutnya ide-ide yang dikeluarkan oleh exihibitor sangat luar biasa.

Ia juga mengungkapkan sebetulnya Indonesia tidak kalah dengan bangsa lain dalam segi teknologi.

"Hanya saja menurut saya ke depannya harus lebih serius dan apa yang dihasilkan bisa berhasil paling tidak di dalam negeri. Kalau bisa regional (atau) Asia, dan alangkah baiknya suatu ketika bisa secara global," ujar Ilham dalam sambutan Seeremonial Penutupan BEKRAF Habibie Festival 2018 di hall D2, JIExpo Kemayoran, Pademangan Jakarta Pusat, Ahad (23/9).

Potensi yang paling besar dari Indonesia adalah orang-orang yang memiliki ide dan kreatifitas. Namun, kata Ilham, kreativitas saja tidak cukup. "Kita harus mewujudkan ide itu menjadi satu prototipe. Kita coba meski masih banyak yang salah, kalau sudah benar baru kita membuat usaha dan industri," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) Triawan Munaf mengatakan Habibie Festival ini sebagai perayaan dan kontribusi B.J. Habibie sebagai tokoh figur nasional, bapak bangsa, mentor dari berbagai komunitas dan ikon ilmu pengetahuan dan teknologi atau IPTEK di Indonesia.

"Festival ini memang menjadi wadah bagi para inovator, praktisi ilmu perkembangan teknologi untuk memperkenalkan, memasyarakatkan, mempublikasikan, membumikan inovasi mereka agar masyarakat dan kita semua bisa tahu sampai dimana teknologi kita berada," ujar Triawan menjelaskan.

Acara Bekraf Habibie Festival 2018, Triawan melanjutkan, memang sudah selesai. Tapi, teknologi akan terus berkembang.  Apalagi saat ini berbagai sektor di dunia semakin kompetitif dan berkembang dengan cepat.

"Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita semua. Kita tidak bisa diam dan harus bergerak, terutama anak mudanya. Karena kita berada di dunia yang sudah tidak ada batasnya lagi atu borderless world," katanya.

Bekraf Habibie Festival 2018 mengusung tema "Lihat, Sentuh, dan Rasakan Teknologi dan Inovasi Terbaru". Pameran teknoligi ini akan menampilkan berbagai zona, mulai dari Bazaar Inovasi, Makerland, Fin Tech, A to B the Future of Transportasi, Sport Land, Infusion, Future Living, dan Food Fest.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA