Sabtu, 8 Zulqaidah 1439 / 21 Juli 2018

Sabtu, 8 Zulqaidah 1439 / 21 Juli 2018

SMP di Kota Tasik Prediksi Kekurangan Murid

Rabu 11 Juli 2018 16:47 WIB

Rep: Rizky suryarandika/ Red: Esthi Maharani

Suasana verifikasi berkas Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

Suasana verifikasi berkas Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
PPDB di TAsik diperpanjang karena kuota masih tersisa

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Periode Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di Kota Tasikmalaya terpaksa diperpanjang. Alasannya lantaran sejumlah SMP masih menyisakan kuota.

Setidaknya, ada delapan SMP yang masih menyisakan kuota usai proses PPDB selama sepekan lalu. Salah satunya SMPN 7 Tasikmalaya yang menyisakan 140 kuota dari daya tampung sekolah sekitar 352 peserta didik baru. Jumlah pendaftar hanya ada 212 orang saja.

Panitia PPDB SMP Negeri 7 Tasikmalaya Yayat Priyatna merasa penambahan periode pendaftaran yang ditetapkan Dinas Pendidikan (Disdik) hingga Sabtu pekan ini dirasa kurang efektif. Sebab bukannya ada penambahan pendaftar baru justru terjadi pengurangan.

"Bukannya bertambah malah berkurang. Beberapa orang tua mencabut atau menggagalkan pendaftaran," katanya pada wartawan.

Menurutnya, sistem zonasi yang ditetapkan pada tahun ajaran 2018 dirasa kurang maksimal. Pasalnya tujuannya sistem zonasi untuk menghilangkan paradigma sekolah favorit malah tidak berhasil.

"Zonasi sangat tidak berpengaruh, kalau sekolah tengah kota berpengaruh tapi di pinggiran tidak. Setiap tahun memang kurang, tapi angkanya tidak sebanyak tahun ini," ujarnya.

Ia memperkirakan calon peserta didik yang sudah mendaftar hanya ada 7 sampai 8 kelas. Padahal sekolah perlu menyediakan siswa bagi sebelas kelas. Alhasil pihak sekolah mesti msngatur ulang rencana pelaksanaan ajaran.

"Jumlah siswa ini karena berpengaruh terhadap guru, guru kekurangan jam untuk memenuhi 24 jam perminggu karena jumlah kekurangan siswa tersebut. Selain itu, pembagian wali kelas yang telah dipetakan harus dirubah lagi," tuturnya.

Diketahui, insiden kekurangan murid tak hanya terjadi di SMP 7, namun ke beberapa SMP Negeri yang ada di kota Tasik. Berdasarkan catatan, SMPN 9 Tasikmalaya menyisakan 64 kuota dari 352  kuota siswa yang tersedia. Kemudian SMPN 11 menyisakan 41 kuota dari kuota tersedia 352 kursi.

Selanjutnya di SMPN 15 ada 121 kuota belum terisi dari 288 yang tersedia. Hal serupa juga dirasakan di SMPN 16 lantaran cuma ada 210 pendaftar dari 256 kuota.

Lalu, kuota di SMPN 18 baru terisi 193 dari total kuota 256 kursi. Dan terakhir ada SMPN 19 yang menyisakan 68 kuota siswa serta SMPN 21 Tasikmalaya dengan menyisakan 26 kuota.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA