Selasa, 10 Zulhijjah 1439 / 21 Agustus 2018

Selasa, 10 Zulhijjah 1439 / 21 Agustus 2018

KPAI Kritik Sekolah tak Peka Hadapi Radikalisme

Selasa 15 Mei 2018 20:58 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Muhammad Hafil

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, saat memberikan keterangan, terkait kedatangannya ke Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Senin (5/11). Retno ingin memastikan, Kemendikbud telah menelusuri video yang memperlihatkan kekerasan guru terhadap murid yang viral belum lama ini.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, saat memberikan keterangan, terkait kedatangannya ke Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Senin (5/11). Retno ingin memastikan, Kemendikbud telah menelusuri video yang memperlihatkan kekerasan guru terhadap murid yang viral belum lama ini.

Foto: Republika/Gumanti Awaliyah
Sekolah diharapkan mengasah kepekaan untuk mencegah paham radikal.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengkritik sistem pendidikan dan sekolah di Indonesia yang tidak membangun kepekaan dalam menghadapi radikalisme. Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan, sistem pendidikan Indonesia tidak kritis dan tidak membangun ketajaman dalam berpikir.

Ia menyontohkan pelaku bom bunuh diri di Surabaya, Jawa Timur,Dita Supriyanto (47 tahun) saat duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA) sudah menunjukkan bibit radikalisme dengan tidak mau upacara, enggan hormat bendera. Namun, kata dia, sikap seperti itu dibiarkan pihak sekolah.

"Itu seharusnya tidak terjadi di sekolah. Andaikan ketika itu ada upaya inisiasi dari guru-gurunya melakukan pendekatan dan memperbaiki ideologi pelaku mungkin tidak akan terjadi bom ini," ujarnya saat konferensi pers dalam rangka menyikapi modus baru kejahatan terorisme, di Jakarta, Selasa (15/5).

Dengan adanya momentum ini, ia berharap sekolah hingga guru harus memiliki upaya dan kepekaan-kepekaan untuk mencegah paham radikal. Ia menegaskan, pendidikan mestinya mengasah kepekaan itu.

"Kalau itu tidak terjadi maka sistem pendidikan kita perlu kembali dipertanyakan," katanya.

Ia menegaskan sekolah bisa dibangun kepekaannya untuk menyelamatkan anak-anak yang mempunyai pemahaman radikal ini. Caranya dengan melaporkan kepada pihak-pihak terkait termasuk KPAI, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD ) di daerah-daerah atau kepolisian.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Foto Udara Mina, Arafah dan Makkah

Selasa , 21 Agustus 2018, 11:11 WIB