Jumat, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Jumat, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Mendikbud: Soal yang Sulit, Itu ya Pasti

Rabu 18 Apr 2018 10:30 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Esthi Maharani

Sejumlah pelajar saat akan memulai pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Madrasah Aliyah Negeri 1 Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/2).

Sejumlah pelajar saat akan memulai pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Madrasah Aliyah Negeri 1 Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/2).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Mendikbud nilai soal matematika yang sulit adalah sebuah kewajaran

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menepis dugaan adanya malpraktek pengaplikasian soal-soal Ujian Nasional (UN) Matematika jenjang SMA. Perihal soal matematika yang dinilai sulit, dia menyebut, hal tersebut sebagai kewajaran dalam sebuah ujian.

"Gak ada (malpraktek), soal yang sulit itu ya pasti, namanya juga soal gak ada ujian. Dan tidak ada yang rugi (dirugikan)," kata Muhadjir ketika dihubungi, Rabu (18/4).

Dia mengatakan, UN yang dirancang dengan soal tipe Higher Order Thinking Skills (HOTS) memang dimaksudkan agar siswa sebagai generasi milenial memiliki karakter yang kuat. Hal tersebut, jelas dia, juga sesuai dengan apa yang sampaikan oleh Presiden Joko Widodo.

"Sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden Jokowi, ya generasi milenial harus mampu memasuki arena persaingan tingkat tinggi," tegas Muhadjir.

Menanggapi banyaknya keluhan, komentar dan luapan kekecewaan siswa SMA terkait pelaksanaan UN di media sosial, Muhadjir pun mengapresiasi sikap siswa-siswi. Dia mengatakan, siswa-siswi sebagai generasi milenial sudah mengamalkan etika bermedia sosial yang baik.

"Saya justru respect dengan mereka. Saya suka umpan baliknya yang cerdas dan jenaka, tidak menggunakan ungkapan kasar," kata dia.

Sebelumnya, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai ada dugaan mal praktek evaluasi karena, sejumlah soal terindikasi sulit dipahami oleh siswa karena materinya belum pernah diajarkan di kelas. Siswa tidak memahami soal itu karena soal itu tidak mengukur kemampuan siswa terkait materi yang dipelajari. Artinya validitas soal bermasalah. Menguji siswa dengan materi yang tidak pernah dipelajari adalah ketidakadilan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES