Thursday, 6 Zulqaidah 1439 / 19 July 2018

Thursday, 6 Zulqaidah 1439 / 19 July 2018

Komentar Arief Rahman Terkait Dosen Asing Masuk Indonesia

Ahad 15 April 2018 20:12 WIB

Rep: Debbie Sutrisno/ Red: Citra Listya Rini

Pengamat pendidikan Arief Rahman.

Pengamat pendidikan Arief Rahman.

Foto: Republika/Damanhuri/ca
Pemerintah diminta memilah dosen asing yang akan menetap di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Pendidikan Arief Rahman menilai keberadaan dosen asing di Indonesia memberikan dampak positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan yang diserap oleh mahasiswa dalam negeri. 

Sebab, di luar negeri sana banyak perkembangan ilmu pengetahuan yang bisa jadi belum bisa diajarkan dosen yang berasal dari Indonesia. Arief mengatakan, ilmu pengetahuan terus berkembang setiap waktunya. 

Perkembangan ilmu ini lah yang tidak boleh dilewatkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Melalui keberadaam dosen-dosen asing ilmu yang selama ini belum diajarkan dosen tetap dari dalam negeri, bisa didapat dari dosen asing tersebut.

"Supaya kita dapat menyelamatkan ilmu pengetahuan," kata Arief saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (15/4).

Meski begitu, Arief mengimbau agar pemerintah dalam hal ini Kementerian riset, teknologi dan pendidikan tinggi (Kemenristekdikti) memilah dosen asing yang akan menjadi dosen tetap di universitas Indonesia. 

Pertama, para tenaga kerja pengajar ini harus memiliki ilmu pengetahuan secara dalam untuk bidang yang ditekuni dan akan diajarkan. Jangan sampai dosen yang bersangkutan ilmunya masih sama dengan apa yang dimiliki dosen dalam negeri.

Kedua, para dosen asing ini pun harus bisa menumbuhkembangkan penelitian di bidang studi tersebut. Terkahir, pemerintah harus menyiapkan dosen dalam negeri untuk bisa menyerap ilmu dosen-dosen asing tersebut sehingga penggunaan tenaga pengajar asing tidak menjadi ketergantungan di kemudian hari. 

Diharapkan dengan adanya transfer ilmu dosen dalam negeri bisa meningkatkan pengetahuan untuk diajarkan kepada mahasiswa di universitas mana pun di Indonesia.

Menurut Arief, dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin cepat memang Indonesia tidak bisa menutup diri dari keberadaan tenaga pengajar asing.

Di sisi lain, dosen asing yang datang ke Indonesia dan mengajar pun bisa mendapat ilmu dari sini. Sebab, setiap negara pasti memiliki ilmu kekhasan yang tidak diajarkan di negara lain. Misalnya, untuk arkeologi, bisa jadi ada dosen arkeolog dari luar yang mengajar di Indonesia dan mempelajari mengenai sejarah Candi Borubudur atau sejarah lainnya. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA