Thursday, 7 Syawwal 1439 / 21 June 2018

Thursday, 7 Syawwal 1439 / 21 June 2018

Anak TK Pun Perlu Diajarkan Tadabur, Tafakur, dan Tasyakur

Rabu 21 February 2018 10:39 WIB

Red: Irwan Kelana

Siswa TK Bakti Mulya 400 mengunjungi Kuntum Farm Field, Bogor.

Siswa TK Bakti Mulya 400 mengunjungi Kuntum Farm Field, Bogor.

Foto: Dok BM 400
Siswa memberi makan kelinci, bebek, hamster dan ayam.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Tafakur adalah kegiatan berpikir atau merenungkan segala keadaan  yang terjadi di alam semesta. Tadabur adalah proses memperoleh gambaran akibat-akibat segala kejadian. Sedangkan tasyakur artinya bersyukur atas segala nikmat  yang diberikan Allah SWT.

“Tiga proses tersebut dapat dijadikan sebagai rangkaian pembelajaran  yang terintegratif. Itulah yang dipraktikkan oleh TK Bakti Mulya 400 Jakarta,” kata Wakil Kepala TK Bakti Mulya 400, Poppy Wakulu dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Selasa (20/2).

Untuk mencapai hal tesebut TK yang terletak di Pondok Indah Jakarta ini, melaksanakan kunjungan belajar ke Kuntum Farm Field di Bogor,  Jawa Barat.  Kunjungan yang diikuti oleh 64 siswa dan 24 pendamping itu berlangsung Kamis (15/2). Rombongan tersebut  dipimpin oleh Poppy Wakulu.

Setelah sampai di lokasi, siswa dibagi dalam beberapakelompok. “Masing-masing kelompok dibentuk agar satu dengan yang lain terbiasa untuk melakukan kerja sama,” ujarnya.

Selanjutnya siswa melakukan kegiatan untuk pengenalan dengan lingkungan alam dan hewan. “Anak mempraktikkan langsung bagaimana berinteraksi dengan cara memberi makan kelinci, bebek, hamster, dan ayam,” tuturnya.

Siswa juga berkesempatan untuk memberikan susu kepada kambing. “Yang paling seru adalah siswa berkesempatan untuk menangkap ikan di kolam dan ikan tersebut boleh dibawa pulang,” paparnya.

Menurut  Poppy, tentu pengalaman tersebut amat jarang diperoleh—atau bahkan belum pernah—diperoleh oleh siswa yang tinggal di perkotaan. “Dengan mengikuti kegiatan ini diharapkan mereka memilik kesadaran akan pentingnya menjaga dan melindungi kehidupan lingkungan dimana pun mereka tinggal,” ujarnya.

Sepulang dari kegiatan tersebut para guru pembimbing mengarahkan para siswa dengan kegiatan reflektif. Kegiatannya berupa sharing antarsiswa tentang peristiwa apa  yang diperoleh di lapangan.

“Dengan bimbingan guru diharapkan siswa memperoleh kesadaran  rasa syukur atas nikmat semua ciptaan Allah untuk kehidupan manusia,” paparnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES