Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

Wednesday, 4 Zulhijjah 1439 / 15 August 2018

Ini Strategi Pemkot Surabaya Sukseskan UNBK dan USBN

Rabu 14 February 2018 19:05 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Andi Nur Aminah

Pelaksanaan UNBK

Pelaksanaan UNBK

Foto: Republika/Rizky Suryarandika
SD dan SMP di Surabaya yang berada dalam satu naungan yayasan bisa saling membantu.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ikhsan mengaku mempunyai strategi khusus dalam menyukseskan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Strategi tersebut diharapkan lebih mematangkan pelaksanaan UNBK dan USBN, baik dari mulai proses persiapan hingga pelaksanaan.

Ikhsan juga mengaku, selain menyiapkan data anak-anak yang akan mengikuti ujian, beberapa tahapan dalam menyukseskan UNBK dan USBN juga telah dipersiapkan. "Semua kebutuhan sesuai dengan tahapan-tahapan sudah kita siapkan," kata Ikhsan di Surabaya, Rabu (14/2).

Ikhsan menjelaskan beberapa strategi khusus yang disiapkannya. Pertama, sekolah yang sudah mumpuni dalam hal sarana dan prasarana bisa melaksanakan ujian secara mandiri. Mumpuni yang dimaksud adalah kesiapan dalam fasilitas kebutuhan komputer maupun ruangan.

Kedua, SD dan SMP di Surabaya yang berada dalam satu naungan yayasan bisa saling membantu. Terkait penjadwalan ujian dan penggunaan komputer bisa disesuaikan secara bergantian. "Ketika SMP ujian, mereka bisa saling bantu untuk bergantian menggunakan fasilitas di SMA, SMK atau SD," ujar Ikhsan.

Ketiga, Ikhsan mengatakan, Disdik Surabaya telah mengimbau kepada sekolah dengan satu sub rayon terdekat bisa saling membantu. Misalnya, sekolah yang memiliki sarana dan prasarana lebih, bisa melaksanakan ujian sebanyak dua sesi.

"Tujuannya, supaya dapat membantu sekolah lain dalam satu sub rayon. Tahun sekarang ini kita tinggal memperkuat, karena makin lama sudah semakin sedikit sekolah yang bergabung dengan sekolah lain," kata Ikhsan.

Kepala Bagian layanan Pengadaan dan Pengelolaan Aset Pemkot Surabaya Noer Oemarijati mengatakan, Pemkot Surabaya menyediakan 5.255 unit komputer bagi siswa-siswi SD/SMP se-surabaya yang akan menghadapi UNBK. Total anggaran yang dikeluarkan untuk persiapan UNBK sebesar Rp 53,7 miliar. "Sampai saat ini, jumlah nilai pekerjaan pengadaan komputer tahun sebesar 51,8 miliar," kata Noer.

Noer mengatakan, harga per unit komputer tahun 2018 sebesar Rp 9,9 juta. Spesifikasi komputer yang diminta pemkot telah sesuai dengan kebutuhan siswa/siswi saat mengikuti UNBK. "Spesifikasi tersebut telah dikaji oleh Institut Sepuluh November (ITS) dan alhamdulilah, speknya sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan," ujar Noer.

Nantinya, setelah UNBK selesai dilaksanakan, komputer yang sudah dibagikan secara bertahap kepada sekolah negeri akan ditambah LCD di setiap kelasnya. Ini disiapkan untuk menunjang proses belajar. "Rencananya pemkot akan membeli 415 LCD dengan total anggaran sebesar Rp 2,8 miliar," kata Noer.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Pentas Seniman Bandung Peduli Lombok

Selasa , 14 August 2018, 23:59 WIB