Minggu, 10 Syawwal 1439 / 24 Juni 2018

Minggu, 10 Syawwal 1439 / 24 Juni 2018

JK Usulkan Kontraktor Bisa Diangkat Jadi Guru

Rabu 07 Februari 2018 18:18 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani

Wakil Presiden RI - Jusuf Kalla.

Wakil Presiden RI - Jusuf Kalla.

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Indonesia sedang mendorong peningkatan keahlian melalui program sekolah vokasi.

REPUBLIKA.CO.ID,  DEPOK -- Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla menekankan, peningkatan keahlian melalui program vokasi di sekolah menengah kejuruan (SMK) perlu didukung oleh perangkat yang mumpuni. Mulai dari kesiapan guru dan juga fasilitas pelatihan di sekolah-sekolah.

Untuk meningkatkan keahlian tersebut, Jusuf Kalla mengusulkan agar para ahli yang bekerja di perusahaan kontraktor dan sudah pensiun bisa diangkat menjadi guru di sekolah kejuruan. Hal ini dapat menjadi salah satu upaya untuk menciptakan link and match antara sekolah kejuruan dengan kebutuhan lapangan kerja.

"Jangan kita terbatas aturan tidak boleh, padahal mereka nganggur, bisa ngajar yang mungkin umurnya masih 55-an (mengajar) dengan pengalaman yang ada. Itu yang bisa mencapai link and match," ujar Jusuf Kalla ketika memberikan pengarahan dalam Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2018 di Pusdiklat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Rabu (7/2).

Terkait keahlian ini, Jusuf Kalla menyoroti tejadinya empat kecelakaan pembangunan infrastruktur dalam satu bulan terakhir. Menurut wakil presiden, kecelakaan ini disebabkan oleh kurangnya keahlian dalam bekerja.

"Kita butuh lapangan kerja banyak, tapi skill yang bisa mengerjakan ini kurang," kata Jusuf Kalla.

Oleh karena itu, konsep keahlian dan inovasi harus berjalan bersamaan agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Menurut Jusuf Kalla, kedua konsep ini harus diusung oleh SMK sehingga menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Jusuf Kalla mencontohkan, sekolah-sekolah di Amerika Serikat mendorong murid-muridnya untuk berinovasi. Oleh karena itu banyak start up muncul di Negeri Paman Sam tersebut. Sementara di Jerman, Korea, dan Jepang lebih mendahulukan kemampuan skill atau keahlian.

Adapun, Indonesia sedang mendorong peningkatan keahlian melalui program sekolah vokasi. Menurut Jusuf Kalla, program sekolah vokasi ini harus dibarengi dengan kesiapan guru dan juga fasilitas pelatihannya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Inggris Bantai Panama 6-1

Ahad , 24 Juni 2018, 20:58 WIB