Kamis, 6 Zulqaidah 1439 / 19 Juli 2018

Kamis, 6 Zulqaidah 1439 / 19 Juli 2018

DQ Kembangkan Dunia Pendidikan Lewat Kegiatan Jurnalistik

Ahad 14 Januari 2018 10:31 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Agus Yulianto

Santri Daarul Quran (Ilustrasi)

Santri Daarul Quran (Ilustrasi)

Foto: dok istimewa

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA - Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an (DQ) mengembangkan dunia pendidikan melalui kegiatan jurnalistik. Kegiatan jurnalistik ini bekerja sama dengan Forum Jurnalis Muslim (Forjim).

Ketua Bidang Data dan Informasi Forjim Ahmad Zuhdi mengatakan, dalam fase peradaban, masyarakat modern terbagi ke dalam tiga perkembangan. Pertama, masyarakat agraria. Kedua, masyarakat industri, dan ketiga, masyarakat informasi.

"Fitrah seorang manusia adalah ingin mengetahui dan mendapatkan informasi. Lebih jauh dari itu, pengumpulan dan penyampaian informasi kepada masyarakat merupakan bagian dari dakwah," ujar Zuhdi kepada Republika.co.id, Jakarta, Ahad (14/1).

Dia menjelaskan, tantangan pada era digital dimana masyarakat luas dapat memperoleh informasi dengan cepat. Tidak hanya sekup nasional, tapi juga internasional.

"Tetapi jangan lupa, sebagai seorang muslim harus melakukan tabayyun (klarifikasi) terhadap informasi yang berkembang. Tidak boleh dicerna secara mentah-mentah. Dalam hal ini, objektivitas menjadi pijakan utama," tuturnya.

Direktur Forjim TV Setyohadi Wiratmoko dalam pelatihan jurnalistik/editing video di hadapan santriwati menjelaskan, output (target) dari pelatihan editing video bukan hanya mampu membuat film pendek dengan kualitas baik. Tetapi, juga mampu melakukan internalisasi (pemahaman) nilai-nilai keislaman sebagai world view (cara pandang) dalam setiap aktivitas.

"Ke depannya diharapkan mampu menjadi lokomotif yang menghasilkan film dari kreativitas santri. Sebab, selama ini meskipun ada, tetapi belum menasional," ungkap Hadi.

Dia mengatakan, pelatihan video editing memerlukan kesinambungan guna menuangkan gagasan secara holistik dalam bentuk visual. "Saya sangat apresiasi semangat santri dalam pelatihan ini, tentunya semangat itu harus di dukung dengan pengembangan skill secara intensif," ucap Hadi

Salah satu pembina santri Ustazah Widya berharap, Pesantren Daarul Qur'an dapat mengembangkan lembaga pendidikan dan tahfidzul qur'an-nya hingga mancanegara. "Semoga semakin jaya dan bermanfaat untuk ummat serta Islam," ungkapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA