Rabu, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 Februari 2019

Rabu, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 Februari 2019

Unissula Segera Miliki Prodi Apoteker

Ahad 07 Jan 2018 15:47 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Agung Sasongko

Kampanye menyuarakan menutup apotek tanpa apoteker, Indonesia bebas obat palsu, Indonesia bebas obat kedaluwarsa, dan Indonesia bebas narkoba. (Ilustrasi)

Kampanye menyuarakan menutup apotek tanpa apoteker, Indonesia bebas obat palsu, Indonesia bebas obat kedaluwarsa, dan Indonesia bebas narkoba. (Ilustrasi)

Foto: Republika/Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG--Universitas Islam Sultan Agung(Unissula) segera miliki program studi (prodi) profesi apoteker. Kini berbagai persiapanuntuk membuka prodi baru ini telah mencapai 75 persen.

Kami terus mendorong agar semua persiapanini bisa segera tuntas dan Unissula segera memiliki prodi apoteker ini, ungkapKepala Prodi Farmasi, Rina Wijayanti MSc Apt, di Semarang, Ahad (7/1).

Ia mengatakan, berbagai persiapan telahdilakukan. Seperti menghubungi berbagai pihak untuk menjalin kerjasama maupun pelaksanaannota kesepahaman dengan berbagai pihak, terkait dengan tempat praktekmahasiswa.

Termasuk mengundang Asosiasi PerguruanTinggi Farmasi Indonesia (APTFI) untuk melakukan diskusi penyusunan borang, kersiapkanSDM, hingga lokakarya penyusunan kurikulum untuk mendapatkan masukan dariberbagai pihak.

Rina juga menyampaikan, untuk membukaprodi baru, sedikitnya ada sembilan kriteria yang harus dipenuhi, seperti visimisi, kurikulum, tata kelola SDM minimal dosen apoteker S2, keuangan, saranadan prasarana dan lain- lain.

Upaya lain yang sudah dilakukan,lanjutnya, Prodi Farmasi Unissula baru- baru ini-- menyelenggarakan Lokakaryakurikulum dalam rangka persiapan pendirian prodi Profesi Apoteker (PSPA).

Setelah keluar akreditasi B untuk prodiFarmasi beberapa waktu lalu, saatnya mempersiapkan prodi profesi apoteker ini.

Dalam lokakarya ini hadir tim kurikulumFK Unissula, perwakilan dari Unpad, Unsoed, UGM, Dinas Kesehatan Kota danProvinsi, Komite Farmasi Nasional (KFN) dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Termasuk Badan Pengawasan Obat danMakanan (BPOM), Rumah Sakit (RT Wongsonegoro, RS Tugurejo, RISA, Karyadi),distributor farmasi PT Parit Padang, apotek Kimia Farma, VIVA generik hinggaindustri Paphros, Kimia Farma, Victoriacare Indonesia dan MUI.

Melalui lokakarya ini, masing-masingpihak yang mewakili keahliannya, diminta untuk mereview dan memberikan usulankurikulum agar sesuai dengan kebutuhan di masing-masing lahan pekerjaan.

Harapannya kami mendapatkan gambaranbahwa lulusan apoteker harus menguasai berbagai kompetensi yang benar-benardibutuhkan oleh lapangan, sehingga kurikulum yang akan menyesuaikan. tambahnya.

Tujuan dari dibukanya profesi apotekerini, masih menurut Rina karena ingin memfasilitasi mahasiswa S1 untuk bisamelanjutkan profesi apoteker di Unissula, dengan masa tempuh 1 tahun.

Saat ini kebutuhan apoteker semakinbanyak. Sementara diantara ratusan perguruan tinggi di Indonesia, yang memilikijurusan farmasi dengan prodi profesi apoteker baru sekitar 38 perguruan tinggidiantaranya.

Sementara Dekan Fakultas Farmasi Unpad,Prof Dr Ajeng Diantini Msi Apt mengatakan, tantangan dunia kesehatan saat inisemakin sulit. Dibutuhkan kolaborasi dari berbagai tenaga kesehatan untukmemenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain itu juga sangat membutuhkan metodepembelajaran yang tepat. Sudah seharusya kita tidak hanya fokus pada substansikeilmuan, namun penyelenggaraan metode pembelajaran juga sangat penting, agarmudah sampai kepada mahasiswa. Katanya.

Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran, drHadi Sarosa MKes menyambut baik rencana dibukanya prodi PSPA Unissula. Lokakaryakurikulum ini adalah untuk mencapai titik temu yang paling optimal dari parastakeholder, user dan institusi lain dengan harapan ke depannya dapatberkolaborasi. katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA