Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

Sunday, 9 Zulqaidah 1439 / 22 July 2018

Sebelum Merata, KIA tak Jadi Syarat Pendaftaran Sekolah

Selasa 12 December 2017 14:40 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Andi Nur Aminah

Dirjen Pendidikan Dasar, Hamid Muhammad

Dirjen Pendidikan Dasar, Hamid Muhammad

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menegaskan, tidak akan menjadikan Kartu Identitas Anak (KIA) sebagai persyaratan masuk sekolah sebelum semua anak Indonesia mengantongi KIA. Jika KIA sudah merata, tidak menutup kemungkinan akan dijadikan salah satu syarat mendaftar sekolah

"KIA belum masuk dalam persyaratan untuk pendaftaran sekolah. Kalau semua sudah dapat KIA, baru bisa jadi persyaratan," ungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud, Hamid Muhammad, kepada Republika.co.id di Kompleks Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (12/12).

Karena itu, menurut Hamid, Kemendikbud pun belum memiliki target atau rencana kapan KIA bisa dimasukkan sebagai salah satu komponen syarat pendaftaran sekolah. Sebab, dalam hal ini pembuatan KIA bukan menjadi tanggungjawab Kemendikbud melainkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Hamid menuturkan, hingga kini syarat pendaftaran sekolah yakni menggunakan akta kelahiran. Syarat penerimaan siswa baru pun, lanjut dia, mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 17 tahun 2017 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Permendikbud tersebut ditujukan pada Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK).

"Permendikbud ini bertujuan untuk memberikan acuan dan pedoman bagi Satuan Pendidikan dalam menyelenggarakan proses penerimaan siswa baru, agar dilakukan secara objektif, akuntabel dan tanpa diskriminasi," tegas Hamid.

Sebelumnya, Mendikbud Muhadjir Effendy pun akan mengkaji perihal penggunaan KIA sebagai syarat pendaftaran sekolah sebagai pengganti akta kelahiran. "Memang akta kelahiran yang diperlukan, nanti apakah itu bisa mengganti akta atau tidak nanti kita lihat (akan dibahas)," tutur Muhadjir di sela-sela kunjungannya ke SMPN 1 Cawas, Klaten pada Selasa (12/12).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES