Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Peserta SBMPTN di Lampung Sempat Khawatir Virus WannaCry

Selasa 16 May 2017 23:50 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Bayu Hermawan

Sejumlah perserta SBMPTN 2017 mengisi identitas sebelum mengerjakan soal di Ruangan Aula SAPPK ITB, Kota Bandung, Selasa (16/5). SBMPTN 2017 Panlok 34 Bandung diikuti sebanyak 51,961 perserta dan sebanyak 16 orang diantaranya perserta berkebutuhan khusus.

Sejumlah perserta SBMPTN 2017 mengisi identitas sebelum mengerjakan soal di Ruangan Aula SAPPK ITB, Kota Bandung, Selasa (16/5). SBMPTN 2017 Panlok 34 Bandung diikuti sebanyak 51,961 perserta dan sebanyak 16 orang diantaranya perserta berkebutuhan khusus.

Foto: Mahmud Muhyidin

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Secara umum pelaksanaan seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) di wilayah Lampung berlangsung lancar dan aman, Senin (16/5). Kekhawatiran peserta SBMPTN computered based test (CBT) akan serangan virus ransomware WannaCry tidak terjadi.

Pemantauan Republika.co.id di panitia lokal (Panlok) 27 Universitas Lampung (Unila), Senin (16/5), peserta SBMPTN CBT sebelumnya mengkhawatirkan serangan virus ransomware WannaCry saat mengerjakan soal-soal melalui komputer.

Sebelum mengerjakan soal-soal CBT, para peserta tetap diimbau untuk tetap tenang dan tidak perlu panik dengan berita penyebaran virus tersebut.

Menurut Lisa, peserta SBMPTN CBT yang berlokasi di Unila, pengawas terlebih dahulu meminta peserta untuk tetap tenang dan tidak perlu khawatir dengan adanya berita virus ransomware WannaCry yang akan menyerang jaringan komputer saat tes berlangsung.

"Tadinya banyak peserta yang khawatir kalau terserang virus tersebut. Soalnya, sudah belajar, nanti sistem jaringannya dirusak virus," kata lulusan MA swasta tersebut.

Ia mengatakan hingga tes CBT selesai, tidak terjadi serangan virus tersebut, dan jaringan internet berjalan lancar dan aman hingga selesai tes. "Setelah mulai, aman-aman saja," ujarnya.

Kepala Humas Panlok 27 Unila M Komaruddin mengatakan, panitia telah mengantisipasi serangan virus ransomware WannaCry agar peserta SBMPTN CBT tidak resah dan dapat mengerjakan soal dengan lancar.

"Kami tetap minta agar peserta tetap tenang," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA