Sunday, 10 Syawwal 1439 / 24 June 2018

Sunday, 10 Syawwal 1439 / 24 June 2018

ICW: Pengadaan Puluhan Ribu Komputer Berisiko

Ahad 08 January 2017 21:44 WIB

Red: Andi Nur Aminah

  Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).   (ilustrasi)

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). (ilustrasi)

Foto: Republika/Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKATA -- Pegiat antikorupsi dari Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Hendri mengatakan pengadaan sebanyak 40 ribu unit komputer oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) amat berisiko. "Pengadaan laboratorium komputer yang ratusan unit saja bermasalah, apalagi pengadaan puluhan ribu komputer," ujar Febri di Jakarta, Ahad (8/1).

Kemdikbud akan mengadakan 40 ribu unit komputer baru pada 2017 yang bertujuan untuk penyelenggaraan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). ICW mengaku tak sependapat jika pengadaan komputer hanya diperuntukkan bagi UN saja. "Kemdikbud harus bisa menjelaskan rancangan penggunaan komputer oleh sekolah selain penggunaan untuk UN," katanya,

Bahkan menurut pengamatannya, banyak pengadaan komputer dan alat teknologi yang tidak digunakan karena berbagai hal. Seperti kurangnya sumber daya yang menguasai peralatan tersebut. "Lagipula, UN bisa saja dihapuskan jika rezim politik berganti. Jika hal itu terjadi, maka pembelian komputer menjadi sia-sia," kata dia.

Kemdikbud menargetkan pelaksanaan UNBK untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mencapai 80 persen, serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga 40 persen tahun ini. Agar target UNBK dapat terlaksana, maka pihaknya akan mengeluarkan kebijakan kegiatan ujian tidak akan serentak dilaksanakan pada hari yang sama, sehingga siswa yang sekolahnya tidak memiliki komputer dapat mengikuti ujian di sekolah lain di rayon terdekat.

Kemdikbud mengurangi jumlah mata pelajaran yang akan diujikan dan siswa dipersilahkan memilih mata pelajaran yang disukainya. Mata pelajaran yang akan diujikan pada UN untuk jenjang SMP, yakni Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan IPA. Sementara mata pelajaran yang diuji dalam USBN, yakni Pendidikan Agama, PPKN dan IPS.

Sementara, untuk SMA mata pelajaran UN, yakni Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan satu mata pelajaran pilihan sesuai jurusan. Untuk USBN, yaitu Pendidikan Agama, PPKn, Sejarah, dan tiga mata pelajaran sesuai program studi siswa.

Untuk jenjang SMK, mata pelajaran UN adalah Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan. Sementara untuk USBN, Pendidikan Agama, PPKN, dan Keterampilan Komputer.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Ketika Belgia Benamkan Tunisia

Ahad , 24 June 2018, 11:38 WIB