Sunday, 10 Syawwal 1439 / 24 June 2018

Sunday, 10 Syawwal 1439 / 24 June 2018

Penilaian untuk Mengukur Pendidikan Sangat Penting

Rabu 21 December 2016 20:26 WIB

Rep: Rahmat/ Red: Andi Nur Aminah

Pendiri Indonesia Bermutu Burhanuddin Tola (kiri) memberikan pemaparan saat berdiskusi dengan awak redaksi REPUBLIKA di Kantor REPUBLIKA, Jakarta, Rabu (21/12).

Pendiri Indonesia Bermutu Burhanuddin Tola (kiri) memberikan pemaparan saat berdiskusi dengan awak redaksi REPUBLIKA di Kantor REPUBLIKA, Jakarta, Rabu (21/12).

Foto: Republika/ Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Pendiri Indonesia Bermutu, Prof Burhanuddin Tola mengatakan, cara penilaian untuk mengukur pendidikan sangat penting. Penilain bisa dilakukan baik dengan Ujian Nasional (UN) maupun dalam bentuk lainnya.

Dia menjelaskan, filosofi ujian merupakan hak bagi siswa dan guru. Keduanya memiliki hak untuk diuji guna memperbaiki kemampuan siswa dan menajemen sekolah. Karena itu, ujian marupakan jaminan agar siswa maupun sekolah menjadi lebih baik.

“Maka itu perlu dinilai, hasil nilai tersebut kita kendalikan, ketemu hasilnya, kalau rendah tidak apa-apa, cari cara kita perbaiki,” ujar dia, saat berdiskusi bersama redaksi di Kantor Republika, Rabu (21/12).

Dia menekankan, agar tidak berhenti untuk memperbaiki mutu pendidikan. Sebab, menurutnya, tidak ada filosofi pendidikan yang berhenti. Pendidikan membuat pelayanan berjalan secara terus-menerus.

Dengan begitu, dia menegaskan, suatu saat fungsi penilaian sangat dibutuhkan. Beberapa cara penilaian bisa dilakukan oleh pemerintah baik melalui UN yang berlangsung saat ini atau dengan cara lainnya.

Sementara itu, Praktisi Pendidikan dari Indonesia Bermutu, Khairunnas menambahkan, UN merupakan sarana sebagai bahan evaluasi mutu pendidikan Indonesia. Kendati demikian, Khairunnas mengusulkan agar evaluasi tidak hanya ditujukan kepada siswa namun juga sekolah. “Yang dievaluasi bukan hanya siswa, siswa ini out put sekolah,” kata Khairunnas.

Bahkan, lanjutnya, jika evaluasi terhadap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu sendiri juga dibutuhkan. Di samping itu, Khairunnas mengatakan, persoalan kelulusan siswa merupakan hak dari sekolah. Hasil UN hanya sebatas pelengkap dari penilaian yang dilakukan oleh sekolah. Rahmat Fajar

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Ketika Belgia Benamkan Tunisia

Ahad , 24 June 2018, 11:38 WIB