Jumat, 7 Zulqaidah 1439 / 20 Juli 2018

Jumat, 7 Zulqaidah 1439 / 20 Juli 2018

Sambut Tahun Baru Hijrah, SBBI Gelar Santunan Yatim dan Khitanan Masal

Jumat 04 November 2016 11:31 WIB

Red: Irwan Kelana

Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) menyantuni yatim.

Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) menyantuni yatim.

Foto: Dok SBBI

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR --  Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) Bogor menyambut tahun baru  Hijrah 1 Muharram 1438 H dengan mengadakan serangkaian acara yang bertajuk Pekan Muharram 1438 H. Semua kegiatan tersebut diadakan di kampus Bosowa Bina Insani Bogor, Jawa Barat. “Kegiatan Pekan Muharram SBBI dilaksanakan di tiap-tiap unit, di bawah koordinasi program  Islamic Studies SBBI,” kata Manajer Islamic Studies Sekolah Bosowa Bina Insani Dr M Sudrajat di Bogor, Sabtu (29/10).

Sudrajat menambahkan, bentuk acara Pekan Muharram TK BBI berupa santunan kepada siswa tak mampu dari  SD Kukupu 3 Bogor dan anak asuh Dompet Peduli Umat (DPU) Daarut Tauhid Cabang Bogor. Acara tersebut diadakan di sekolah KB-TK BBI, Bogor, Jumat (14/10).

Bentuk acara Pekan Muharram 1438 H di SD BBI berupa khitanan masal. Kegiatan itu diadakan Sabtu (29/10), bekerja sama dengan RS Islam Bogor.  “Jumlah peserta kegiatan khitanan masal itu 53 orang. Setelah dikhitan anak-anak itu mendapatkan hadiah perlengkapan sekolah, uang tunai, kapet kue, dan ayam bakakak,” tutur Sudrajat.

Acara pekan Muharram 1438 H di SMP BBI sangat meriah. Kegiatan yang dinamakan Muharram Eighteen (Meighteen) 1438 H diadakan di lapangan SMP Bina Insani, Rabu (19/10). “Puncak  acara yang mengusung tema ‘Shodaqoh Membawa Berkah’ itu adalah santunan kepada 350 siswa SD dan SMP dhuafa dari daerah Bogor dan sekitarnya. Mereka jumpa mendapatkan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Dadang Kholiyulloh,” tutur Sudrajat.

SMA BBI mengisi Pekan Muharram 1438 H dengan mengadakan tausiyah dan santunan. “Pekan Muharram tersebut terutama bertujuan agar para siswa berlatih empati dan simpati kepada mereka yang kurang mampu. Ini merupakan salah satu program Islamic Studies, yakni mengajak seluruh siswa sejak TK-SMA untuk berempati dan bersimpati kepada orang lain. Caranya antara lain, tiap minggu mereka mengumpulkan dana infak,” papar Sudrajat.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA