Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Tahun Ini Sekolah dengan Indeks Integritas Terendah akan Diumumkan

Rabu 30 Mar 2016 15:38 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Dwi Murdaningsih

Petugas mengangkat paket berisi soal Ujian Nasional untuk didistribusikan di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (24/3).

Petugas mengangkat paket berisi soal Ujian Nasional untuk didistribusikan di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (24/3).

Foto: Antara/Sahrul MandaTikupadang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengumumkan sekolah yang hasil Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN)-nya yang rendah. Upaya ini dilakukan agar sekolah tersebut bisa terpacu untuk memperbaiki lebih baik lagi.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Kemendikbud, Nizam menerangkan, tahun lalu hanya provinsinya saja yang diumumkan. “Dan tahun ini sekolahnya yang diumumkan,” kata Nizam. Pengumuman ini nanti diberikan kepada pejabat daerah seperti gubernur, walikota/bupati dan dewan perwakilan rakyat daerah.

Selain pengumuman terendah, kata Nizam, Kemendikbud tetap mempublikasikan sekolah yang memiliki nilai IIUN tertinggi. Seperti diketahui, sejumlah kepala sekolah telah mendapatkan penghargaan dan sempat diundang oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Mereka diundang karena berhasil memperoleh nilai IIUN tertinggi pada tahun lalu.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), M Qudrat Nugraha menyatakan tidak mempermasalahkan rencana pengumuman sekolah dengan IIUN terendah. Segala pembaruan dan perbaikan akan selalu didukung selama sesuai dengan kondisi pendidikan Indonesia. “Asal persepsinya tidak memojokkan guru nantinya,” ujar Qudrat saat ditemui Republika.co.id, Rabu (29/3).

Qudrat menegaskan akan menolak jika upaya tersebut membuat guru seakan-akan salah dan tidak melakukan apa-apa. Hal ini tentu bisa menyebabkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan Indonesia. “Jadi asal dengan cara baik dan benar serta tida memojokkan, kita tidak masalah,” kata dia.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA