Tuesday, 16 Ramadhan 1440 / 21 May 2019

Tuesday, 16 Ramadhan 1440 / 21 May 2019

Ke Luar Angkasa Lewat Mobile Planetarium

Selasa 10 Nov 2015 16:51 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Meneropong bulan di planetarium

Meneropong bulan di planetarium

Foto: antarafoto

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Berapa banyak anak Indonesia yang bercita-cita ingin menjadi seorang ilmuwan, peneliti atau bahkan astronot? Rupanya, sains belum jadi mata pelajaran yang diminati di Indonesia. Data 2013 menunjukkan bahwa dari 19 ribu program studi di perguruan tinggi negeri dan swasta, hanya tiga persen mahasiswa yang mengambil bidang sains.

Pendiri Ilmuwan Muda Indonesia (IMI) Firly Savitri mengatakan, perlu ada terobosan baru agar anak-anak lebih mencintai sains. Dia mengaku, pernah jatuh cinta pada sains hingga pernah bercita-cita menjadi astrophysicist atau cosmologist. Cinta itu yang sempat mati suri karena ketertarikannya kandas ketika sains disajikan secara membosankan di bangku sekolah. Tak ada penelitian seru di laboratorium yang menggelitik rasa ingin tahu murid.

Ia ini tak ingin anak Indonesia mengalami hal yang sama dengannya. Lewat IMI yang dibentuknya tahun lalu, ada harapan untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sains. IMI adalah bisnis dalam bidang edukasi sains yang mengalokasikan setidaknya setengah dari keuntungan untuk kegiatan sosial berhubungan dengan sains. IMI ingin menebarkan benih-benih cinta sains pada anak agar Indonesia dapat memiliki lebih banyak ilmuwan untuk bisa terus maju, tak hanya menjadi negara konsumen, tetapi juga negara produsen.

Langkah awal IMI adalah dengan mengajak anak Indonesia "ke luar angkasa" lewat mobile planetarium yang diadakan di tempat umum maupun di sekolah-sekolah. Apalagi, belum banyak planetarium di Indonesia. Firly mengatakan, hanya ada empat planetarium di Indonesia, yakni di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan Kutai. Tentunya, masih banyak anak yang belum pernah merasakan sensasi menonton benda-benda langit di sana. Planetarium milik IMI telah menyambangi anak-anak di kawasan Jabodetabek, Pekanbaru, hingga JB Arts Festival di Johor Bahru, Malaysia.

Tak hanya anak sekolah, IMI juga menghadirkan planetarium tersebut untuk menginspirasi anak-anak di panti asuhan dan yayasan anak jalanan agar mulai mencintai sains. Mobile planetarium menyajikan film-film yang diproyeksikan secara 360 derajat ke permukaan dome setengah lingkaran yang membuat penonton serasa benar-benar berada di angkasa luar. Film tersebut biasa ditayangkan di planetarium AS, Inggris, Australia, Jepang, dan negara-negara lainnya. Anak-anak yang melihat film dalam mobile planetarium biasanya terkesima dan takjub dengan apa yang mereka lihat.

"Mereka bisa bilang 'ini hal terkeren yang pernah aku lihat' sampai tidak mau keluar dari dome," ujar ibu satu anak itu.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA