Kamis, 9 Safar 1440 / 18 Oktober 2018

Kamis, 9 Safar 1440 / 18 Oktober 2018

Taman Bacaan Pelangi Dirikan Delapan Perpustakaan di Flores

Kamis 22 Okt 2015 18:33 WIB

Rep: C11/ Red: Winda Destiana Putri

Taman bacaan/ilustrasi

Taman bacaan/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Taman Bacaan Pelangi mendirikan delapan perpustakaan di Flores dengan menyediakan total 13.636 buku.

Berdirinya perpustakaan tersebut juga berkat kerjasama dengan organisasi internasional, Room to read yang bekerja untuk meningkatkan literasi anak dan pendidikan anak perempuan di Asia Afrika.

Pendiri Taman Bacaan Pelangi, Nila Tanzil mengungkapkan peresmian akan dilakukan pada Jumat (22/10). Awalnya peresmian dilakukan di SDI Wae Anteng, Lembor, Manggarai Barat, Flores. Bupati Manggarai Barat, Gusti Dula dan Kepala Dinas Pendidikan Manggarai Barat, Magol Marten akan hadir dalam peresmian perpustakaan.

"Kami senang atas peresmian perpustakaan ini dengan mengadopsi sistem manajemen perpustakaan dari room to read yang terbukti efektif di berbagai negara dan untuk pertama kalinya diterapkan di Indonesia," kata Nila di Jakarta, Kamis (22/10).

Sistem manajemen perpustakaan ini disebut dengan Perpustakaan Ramah Anak. Model ini memiliki berbagai mekanisme dan faktor spesifik yang begitu ideal dengan perpustakaan. Dimulai dari jenis buku, sistem penjenjangan buku berdasarkan ragam tingkat kemampuan membaca, cara memajang buku, pengaturan ruang perpustakaan.

Interior perpustakaan juga kaya dengan karya anak-anak dan terdapat sistem yang baik dalam peminjaman buku. Sekolah lainnya yang akan diresmikan perpustakaan barunya ialah, SD Kandas, Merombuk, Nggorang, Werang, Tondung Raja, Labuan Bajo I dan Labuan Bajo II.

Pihak sekolah juga harus berkomitmen untuk menjalankan jam perpustakaan, di mana setiap kelas diwajibkan meluangkan waktu setiap satu jam di perpustakaan setiap pekannya. Masing-masing guru kelas juga wajib mengadakan kegiatan di jam perpustakaan.

"Model perpustakaan ini merepresentasikan harapan dari room to read untuk anak-anak di negara dunia berkembang," ujar pendiri dan CEO Room To Read, John Wood.

Wood mengungkapkan telah beberapa kali mengunjungi Indonesia dan begitu kagum dengan masyarakatnya. Pendidikan adalah salah satu hal terpenting untuk dapat memajukan bangsa, memberikan masa depan yang cerah dan kesempatan untuk mengentaskan kemiskinan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA