Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

Buku K-13 Jadi Bahan Pengayaan dan Pelatihan Guru

Rabu 11 Mar 2015 13:30 WIB

Rep: c64/ Red: Taufik Rachman

petugas menata buku-buku kurikulum 2013 yang dikemblikan siswa kepada pihak sekolah di Sekolah Menegah Pertama Negeri 56, Jakarta Selatan, Senin (15/12).

petugas menata buku-buku kurikulum 2013 yang dikemblikan siswa kepada pihak sekolah di Sekolah Menegah Pertama Negeri 56, Jakarta Selatan, Senin (15/12).

Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbu, Ramon Mohandas mengatakan, apabila ada buku K-13 yang baru, bukan berarti buku K-13 yang lama tidak bermanfaat.

Sekolah masih bisa memanfaatkannya sebagai pelatihan dan pengayaan ilmu para guru. Pembelajaran, penambahan ilmu dan latihan guru untuk menyambut K-13 di masa mendatang.

Mengingat, pelatihan yang diberikan saja tidak akan cukup karena perkembangan ilmu pengetahuan terus berjalan. "Meskipun, secara pasti pembaruan K-13 juga akan beriringan dengan pelatihan para guru," ujarnya kepada Republika, Selasa (10/3)

Bahkan, ia menyebutkan, pelatihan secara besar-besaran akan dilakukan dan dapat dikatakan bahwa ini adalah pertama kalinya dilakukan secara besar dan serentak.

Pasalnya, sekolah tidak bisa menggunakan K-13 ke depannya apabila 80 persen dari guru yang mengajar di sana, belum pernah mengikuti pelatihan terkait K-13. Ia menekankan, pelatihan dapat diperoleh oleh semua guru baik yang sudah pernah mengikuti pelatihan sebelumnya dan yang belum sekali pun.

Tapi, ia menambahkan, mungkin akan ada perbedaanya di antara keduanya. Pelatihan untuk guru yang belum sekali pun mengikuti pelatihan, akan secara intensif diarahkan. Sedangkan, yang sudah dan mulai terbiasa dengan K-13, bisa lebih dikembangkan lagi, tanpa harus mengikuti pelatihan.

"Meskipun tak menafikkan, pelatihan dan upgrade pengetahuan guru sangat dibutuhkan dalam pendidikan. Dikarenakan, sekali lagi pengetahuan itu terus berkembang, baik buku maupun pelatihan juga harus diperbaharui dan dikembangkan."

Ia menambahkan, Kemendikbud menargetkan bahwa pada 2020 mendatang, diharapkan seluruh sekolah di Indonesia sudah menerapkan K-13.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA